Hati Yang Terkunci

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Hati Yang Terkunci

khazanahalquran.com – Allah swt selalu mengajak kita untuk merenungkan ayat-ayat suci Al-Qur’an agar kita bisa mendapatkan ilmu-ilmu yang terkandung di dalamnya. Karena Al-Qur’an penuh dengan rahasia dan gudang-gudang ilmu Allah yang tidak akan mampu dicapai kecuali dengan tafakkur dan tadabbur yang mendalam. Semakin dalam kita merenungi dan mempelajari ayat-ayat suci Allah, maka semakin tampak kebenaran yang tersimpan didalamnya.

Allah swt berfirman :

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَۚ وَلَوۡ كَانَ مِنۡ عِندِ غَيۡرِ ٱللَّهِ لَوَجَدُواْ فِيهِ ٱخۡتِلَٰفٗا كَثِيرٗا

“Maka tidakkah mereka menghayati (mendalami) Al-Qur’an? Sekiranya (Al-Qur’an) itu bukan dari Allah, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.” (QS.An-Nisa’:82)

Menurut penilaian Al-Qur’an, seseorang yang enggan merenungkan kandungan Al-Qur’an maka itu adalah pertanda hatinya telah tertutup dan terkunci. Dan siapa yang hatinya terkunci maka ia akan hidup dalam kegelapan.

Allah swt berfirman :

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلۡقُرۡءَانَ أَمۡ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقۡفَالُهَآ

“Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci?” (QS.Muhammad:24)

Hati yang terkunci bagaikan rumah yang semua pintu dan jendelanya tertutup. Tabir-tabir didalamnya menghalangi cahaya untuk bisa menerangi ruangan didalam rumah. Bahkan udara didalamnya pun terasa menyesakkan.

Manusia yang tidak menerima cahaya dari Al-Qur’an dan menolak segarnya udara Al-Qur’an maka tentu ia hidup dalam kegelapan. Kehidupannya bagaikan didalam gua yang gelap gulita dengan binatang-binatang yang hidup didalamnya.

Hati yang tidak diterangi oleh cahaya Al-Qur’an dan tidak digerakkan oleh angin rindang dari ilmu Al-Qur’an akan menjadi hati yang gelap dan gersang, seperti bangunan yang telah ditinggalkan begitu lama.

Sementara hati yang terbuka dan dipenuhi dengan cahaya Al-Qur’an bagaikan tanah subur yang selalu menerima hujan rahmat dan cahaya hidayah dari Al-Qur’an.

Memang tidak semua orang mampu merenungkan Al-Qur’an karena semua itu ada syarat dan ilmunya, namun setidaknya kita juga berusaha membaca Al-Qur’an dan membaca buku-buku yang menjelaskan makna yang terkandung didalamnya.

Maka jangan sampai hidup kita jauh dari Al-Qur’an, karena hati yang jauh dari Al-Qur’an adalah hati yang gersang dan penuh kegelisahan.

Semoga bermanfaat.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Comments 1

  1. Endang wati says:

    Amiin… Terima kasih…

Tinggalkan Balasan ke Endang wati Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 202 pelanggan lain