Hubungan Antara Iman dan Akhlak

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Hubungan Antara Iman dan Akhlak

khazanahalquran.com – Dalam kamus Islam, segala hal yang berhubungan dengan Syariat pasti di bangun atas dasar keimanan kepada Allah Swt.

Bila keimanan itu runtuh maka amal perbuatan akan runtuh juga, bahkan Akhlak pun akan runtuh.

Karenanya, Al-Qur’an memberikan kepada kita sebuah gambaran bahwa antara keyakinan dan akhlak itu memiliki hubungan yang tak terpisahkan. Keyakinan (akidah) yang benar pasti akan melazimkan seseorang untuk menyandang akhlak yang baik dan membuang semua sifat-sifat yang buruk.

Mari kita simak ayat berikut ini :

(1). Ketika Al-Qur’an meminta para pengikutnya untuk berbuat adil, Al-Qur’an memanggil mereka dengan sebutan “Wahai orang-orang yang beriman”, sebagai isyarat bahwa keimanan menuntut seseorang untuk berbuat adil.

۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ قَوَّٰمِينَ بِٱلۡقِسۡطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَلَوۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۡ أَوِ ٱلۡوَٰلِدَيۡنِ وَٱلۡأَقۡرَبِينَۚ إِن يَكُنۡ غَنِيًّا أَوۡ فَقِيرٗا فَٱللَّهُ أَوۡلَىٰ بِهِمَاۖ فَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلۡهَوَىٰٓ أَن تَعۡدِلُواْۚ وَإِن تَلۡوُۥٓاْ أَوۡ تُعۡرِضُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٗا

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu. Jika dia (yang terdakwa) kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatan (kebaikannya). Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka ketahuilah Allah Mahateliti terhadap segala apa yang kamu kerjakan.” (QS.An-Nisa’:135)

(2). Ketika Islam juga memerintahkan pengikutnya untuk berucap yang benar. Maka ini juga isyarat bahwa keimanan menuntut seseorang untuk berucap yang benar.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS.Al-Ahzab:70)

(3). Begitupula ketika Islam memerintahkan untuk menjauhi buruk sangka dan ghibah, maka itu artinya Keimanan menuntut seseorang untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan nista tersebut.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱجۡتَنِبُواْ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلظَّنِّ إِنَّ بَعۡضَ ٱلظَّنِّ إِثۡمٞۖ وَلَا تَجَسَّسُواْ وَلَا يَغۡتَب بَّعۡضُكُم بَعۡضًاۚ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain.” (QS.Al-Hujurat:12)

Bahkan bila kita menengok pada sabda-sabda Nabi Muhammad Saw, akan kita temukan banyak sekali Hadist yang menyebutkan tentang syarat-syarat Keimaman yang selalu berkaitan dengan akhlak.

Rasulullah Saw bersabda :

مَن كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَ اليَومِ الآخِر فَاليحسن إِلَى جَارِهِ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah berbuat baik kepada tetangganya.”

لَا يُؤمِنُ أَحَدُكُم حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبَّ لِنَفسِهِ

“Belum beriman seorang dari kaliam sampai ia menginginkan sesuatu (kebaikan) untuk saudaranya sama seperti ia menginginkan untuk dirinya.”

Bahkan suatu kali Rasulullah Saw pernah bersumpah dan mengulang sumpahnya berkali-kali :

وَاللّهِ لا يُؤمِن وَاللهِ لا يُؤمِن وَاللهِ لا يُؤمِن

Demi Allah tidak beriman..
Demi Allah tidak beriman..
Demi Allah tidak beriman..

Beliau pun ditanya, “Siapa yang tidak beriman wahai Rasulullah Saw ?”

Beliau menjawab :

الذي لَا يَأمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

“Yaitu orang yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.”

Hadis-hadis ini semakin memperjelas bahwa Iman dan Akhlak adalah satu paket yang tidak bisa dipisahkan.

Bahkan dalam urusan tata cara berucap saja, Rasulullah Saw mengaitkannya dengan Iman.

من كان يؤمن باالله واليوم الآخر فليقل خيرا أو ليصمت

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam.”

Akhlak yang baik adalah tanda dari kuatnya iman. Klaim iman tanpa dibarengi akhlak tidak akan berarti apa-apa.

Rasulullah Saw bersabda :

أَكمَلُ المُؤمِنِين إِيمَانًا أَحسَنُهُم خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”

Semoga bermanfaat..

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 208 pelanggan lain