Hubungan Antara Melampaui Batas dan Perbuatan Durjana

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Hubungan Antara Melampaui Batas dan Perbuatan Durjana

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ – ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ

“Dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas,yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan.” (QS.Asy-Syu’ara:151-152)

Dalam ayat ini Allah ingin menjelaskan bahwa :

“Orang yang melampaui batas adalah orang-orang yang berbuat durjana dan berbuat kerusakan di muka bumi.”

Ada hubungan erat antara melampaui batas dan merusak bumi Allah. Karena orang yang melampaui batas telah menerjang undang-undang alam dan aturan syariat yang telah Allah tetapkan.

Setiap orang yang melampaui batas akan membawa dirinya kepada kehancuran. Hukum alam semesta telah diatur dengan sempurna oleh Sang Pencipta, disaat ada kerusakan pasti disana ada yang melampaui batas yang telah ditentukan.

Allah swt telah memberikan undang-undang yang sempurna untuk manusia, dan bila ada yang melampaui batas itu maka pasti ia akan melakukan kejahatan dan perbuatan yang merusak.

Melampaui batas dalam bahasa Al-Qur’an mencakup berbagai hal.

Bisa memiliki arti :

1. melampaui batas dalam makan dan minum.

وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ

“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS.Al-A’raf:31)

2 Melampaui batas dalam membalas atau melakukan Qishos.

فَلَا يُسۡرِف فِّي ٱلۡقَتۡلِۖ إِنَّهُۥ كَانَ مَنصُورٗا

“Tetapi janganlah walinya itu melampaui batas dalam pembunuhan. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan.” (QS.Al-Isra’:33)

3. Melampaui batas dalam berinfak.

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُواْ لَمۡ يُسۡرِفُواْ وَلَمۡ يَقۡتُرُواْ وَكَانَ بَيۡنَ ذَٰلِكَ قَوَامٗا

“Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar.” (QS.Al-Furqan:67)

4. Melampaui batas yang akan membawa pada kebohongan.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي مَنۡ هُوَ مُسۡرِفٞ كَذَّاب

“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang melampaui batas dan pendusta.” (QS.Ghafir:28)

5. Melampaui batas dalam melakukan dosa secara umum.

قُلۡ يَٰعِبَادِيَ ٱلَّذِينَ أَسۡرَفُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ لَا تَقۡنَطُواْ مِن رَّحۡمَةِ ٱللَّهِ

Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS.Az-Zumar:53)

Pangkal kerusakan di bumi Allah adalah perbuatan melampaui batas. Karena itu Allah menyifati Fir’aun dalam dua sifat. Yaitu melampaui batas dan berbuat kerusakan di bumi Allah.

وَإِنَّ فِرۡعَوۡنَ لَعَالٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَإِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ

“Dan sungguh, Fir‘aun itu benar-benar telah berbuat sewenang-wenang di bumi, dan benar-benar termasuk orang yang melampaui batas.” (QS.Yunus:83)

Dan di ayat lainnya disebutkan :

ءَآلۡـَٰٔنَ وَقَدۡ عَصَيۡتَ قَبۡلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ

“Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan.” (QS.Yunus:91)

Pangkal kerusakan adalah perbuatan melampaui batas. Dan hasil dari melampaui batas adalah kerusakan di bumi Allah. Maka karenanya Fir’aun sebagai manusia paling bejat di bumi Allah menyandang dua sifat terburuk ini.

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain