Ibu Musa as, Menyambut Janji Allah dengan Usaha !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Ibu Musa as, Menyambut Janji Allah dengan Usaha !

khazanahalquran.com – Kali ini kita akan kembali mengambil pelajaran dari kisah Ibu Musa as.

Ketika Allah memerintahkan kepada Ibu Musa untuk menghanyutkan bayinya ke sungai, Allah berjanji akan mengembalikan bayi itu kembali ke pelukan sang ibu.

إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ

“Sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu..” (QS.Al-Qashash:7)

Namun pada ayat selanjutnya diceritakan bahwa Ibu Musa menyuruh anak perempuannya untuk mengikuti adik bayinya yang sedang hanyut ditengah arus sungai.

وَقَالَتْ لِأُخْتِهِ قُصِّيهِ ۖ فَبَصُرَتْ بِهِ عَنْ جُنُبٍ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

“Dan dia (ibunya Musa) berkata kepada saudara perempuan Musa, “Ikutilah ia (Musa).” Maka kelihatan olehnya (Musa) dari jauh, sedang mereka tidak menyadarinya.” (QS.Al-Qashash:11)

Kisah ini memberi pelajaran yang sangat luar biasa. Ketika seorang hamba mengetahui ketentuan dan janji Allah, ia tidak akan mengabaikan sebab-sebab untuk terwujudnya janji itu.

Allah telah berjanji akan mengembalikan bayi Musa ke pangkuan ibunya, namun tanpa mengurangi keyakinan dan keimanannya, Ibu Musa terus berusaha untuk melengkapi sebab-sebab terwujudnya janji Allah itu.

Salah satu usahanya adalah mengirim anak perempuannya (yaitu kakak Nabi Musa) untuk mengikuti adiknya yang hanyut diatas aliran sungai dan terus mencari tau dimanakah bayi itu akan berhenti.

Menyambut janji Allah bukanlah dengan duduk manis tanpa berbuat apa-apa. Sambutlah janji-janji Allah dengan usaha untuk memenuhi sebab-sebab terwujudnya janji tersebut.

Tentu usaha kita begitu kecil dan tak akan mampu memenuhi sebab-sebab itu dengan sempurna. Namun Allah tidak membutuhkan itu semua, Allah hanya ingin melihat bagaimana hamba-Nya berusaha dengan kemampuan mereka yang terbatas. Dan selebihnya akan diatur dengan kuasa-Nya yang tak terbatas.

Ibu Musa hanya berusaha untuk mengetahui dimana bayinya akan berhenti, lalu Allah dengan kuasa-Nya menjadikan bayi Musa enggan untuk disusui oleh semua wanita Mesir dan hanya mau disusui oleh ibu kandungnya.

Disaat itulah bayi Musa kembali ke pelukan sang ibu, setelah istri Fir’aun mengadakan sayembara bagi seluruh wanita Mesir yang bisa menyusui bayi yang baru mereka temukan ini.

Semoga bermanfaat….

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 212 pelanggan lain