Inikah Tujuan Hidup dan Mati?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Inikah Tujuan Hidup dan Mati?

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ – الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun..” (QS.Al-Mulk:1-2)

Hidup ini terbatas dan selalu dibayang-bayangi dengan kematian. Tidakkah kita ingin bertanya apa tujuan hidup dan mati?

Bila kita menengok pada ayat diatas akan kita temukan bahwa kehidupan dan kematian adalah tanda kebesaran Allah yang luas. Dan tujuan dibalik itu adalah menguji manusia, siapakah diantara mereka yang paling baik perbuatannya.

Ayat diatas memberi kita beberapa pelajaran penting bahwa :

1. Kematian dan kehidupan adalah dua ciptaan Allah. Karena kematian adalah perpindahan manusia dari satu alam ke alam lainnya.

2. Lalu mengapa kata “kematian” disebut terlebih dahulu?

Bisa jadi karena kehidupan dunia ini tak bernilai dibandingkan kehidupan akhirat, karena itu seakan alam dunia ini adalah kematian dan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya.

Pendapat lain menyebutkan bahwa didahulukannya kata “kematian” adalah karena manusia diciptakan dari ketiadaan.

3. Dunia adalah ladang untuk beramal dan memilih “manusia-manusia yang terbaik amalnya.” Sementara hasil panennya akan diterima di akhirat.

4. Tolok ukur nilai seseorang di sisi Allah adalah amal kebaikannya. Dan amal baik itu tumbuh dari keyakinan dan niat yang tulus. Tanpa ketulusan semuanya tak akan bernilai.

5. Rasulullah saw ketika menafsirkan kalimat {أَحْسَنُ عَمَلًا} “yang paling baik amalnya”, beliau menjelaskan :

أتَمُّكُمْ عَقْلًا وَأشَدُّكُمْ للَّهِ خَوْفاً وَأَحْسَنُكُمْ فيَما أمَرَ اللَّهُ بِهِ وَنَهى‏ عَنْهُ نَظَراً، وَإنْ كَانَ أقَلُّكُمْ تَطَوُّعاً

“Yang paling baik amalnya adalah yang paling sempurna akalnya, paling takut kepada Allah dan paling perhatian terhadap perintah dan larangan-Nya. Walaupun ia paling sedikit melakukan hal-hal yang sunnah.”

6. Pada akhir ayat ini Allah menyebutkan dua nama-Nya العزيز الغفور, Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

Seakan ingin mengingatkan kepada manusia bahwa engkau tidak lah sendirian. Jangan pernah takut dan putus asa dalam menjalani ujian ini.

Jadikan hatimu selalu bersama Allah karena Dia-lah Sang Maha Kuasa lagi Maha Pengampun.

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain