Inilah Bukti Yang Harus Dimiliki Setiap Pecinta Nabi !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Inilah Bukti Yang Harus Dimiliki Setiap Pecinta Nabi !

khazanahalquran.com – Tentu setiap kita mengaku sebagai pecinta Nabi Muhammad saw. Tapi perlu kita ingat, teriakan cinta tidak lah cukup untuk membuktikan ketulusan kita. Lalu bagaimana kita membuktikan cinta kita kepada Rasulullah saw?

Jika kita berkaca kepada ayat-ayat suci Al-Qur’an maka akan kita temukan tanda seseorang layak disebut pecinta yang mengimani Rasulullah saw dengan sebenar-benarnya.

Puncak cinta dan keimanan kita kepada Rasulullah saw harus dibuktikan dengan (al-ittiba’) yang artinya mengikuti nabi. Simak ayat-ayat berikut ini,

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, *ikutilah aku*, niscaya Allah mencintaimu.” (QS.Ali ‘Imran:31)

فَإِنْ حَاجُّوكَ فَقُلْ أَسْلَمْتُ وَجْهِيَ لِلَّهِ وَمَنِ اتَّبَعَنِ

Kemudian jika mereka membantah engkau (Muhammad) katakanlah, “Aku berserah diri kepada Allah *dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku*.” (QS.Ali ‘Imran:20)

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي

Katakanlah (Muhammad), “Inilah jalanku, aku *dan orang-orang yang mengikutiku* mengajak (kamu) kepada Allah dengan yakin.” (QS.Yusuf:108)

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ

(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil. (QS.Al-A’raf:157)

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ حَسْبُكَ اللَّهُ وَمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

“Wahai Nabi (Muhammad)! Cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.” (QS.Al-Anfal:64)

Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa hubungan kita dengan Nabi harus disertai dengan komitmen untuk “mengikuti” segala perintah dan ajaran beliau. Cinta dan iman yang kita dengungkan harus dibuktikan kesiapan untuk mengikuti seluruh ajaran Nabi saw. Tanpa usaha untuk mengikuti beliau, semua teriakan cinta dan pengakuan kita tak akan berarti.

Begitupula ketika Allah menceritakan Nabi Ibrahim as, beliau juga menyebutkan “yang mengikuti ajarankulah yang menjadi pengikutku (yang sebenarnya).”

رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ ۖ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي ۖ وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Ya Tuhan, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. *Barangsiapa mengikutiku*, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang-siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS.Ibrahim:36)

Semoga bermanfaat..

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 212 pelanggan lain