Inilah Modal Orang-Orang Yang Ikhlas !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Inilah Modal Orang-Orang Yang Ikhlas !

khazanahalquran.com – Menjadi orang yang ikhlas memang bukan hal yang mudah. Berbuat sesuatu tanpa pamrih, tanpa ingin di puji orang dan melakukan semuanya karena Allah perlu di mulai dengan latihan hati yang cukup berat.

Namun sebenarnya keikhlasan itu bisa di mulai dan di latih dengan sebuah kesadaran. Karena tak diragukan lagi bahwa pahala di sisi Allah itu pasti lebih baik dan lebih kekal dari pujian, penghargaan dan balasan manusia.

Allah swt berfirman :

وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيۡرٌ وَأَبۡقَىٰ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُونَ

Sedangkan apa “(kenikmatan) yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal bagi orang-orang yang beriman, dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal.” (QS.Asy-Syura:36)

Setiap kebaikan yang dilakukan seorang hamba pasti akan ia temui kelak dengan balasan yang sempurna bahkan berlipat ganda.

وَمَا تُقَدِّمُواْ لِأَنفُسِكُم مِّنۡ خَيۡرٖ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيۡرٗا وَأَعۡظَمَ أَجۡرٗاۚ

“Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.” (QS.Al-Muzzammil:20)

Tapi semua kebaikan itu membutuhkan syarat utama untuk bisa kekal, yaitu IKHLAS. Kita sering mendengar kata Ikhlas, namun apa sebenarnya arti ikhlas itu? Dan apa modal dari orang-orang yang ikhlas?

Orang mukmin selalu berada di antara dua kondisi dalam hidupnya. Pertama, ia berada di tengah kenikmatan dan kesejahteraan yang ingin selalu ia syukuri. Kedua, ia berada dalam kondisi yang sulit dan berat sehingga ia selalu berharap untuk melaluinya dengan kesabaran.

Sebenarnya orang-orang yang ikhlas memiliki modal yang sangat mudah yaitu melakukan segala sesuatu hanya karena Allah.

Dia melakukan kebaikan karena Allah menganjurkan untuk melakukannya..

Dia menolong orang karena Allah senang melihatnya…

Dia menjalankan ibadah karena berharap mendapatkan Kerelaan-Nya…

Tidak ada pertimbanngan lain dalam setiap amalnya. Yang dia pertimbangkan hanyalah “Apakah Allah rela dengan perbuatanku ini? Apakah Allah senang dengan apa yang aku lakukan?” Dan dia tak lagi memperdulikan penilaian, pujian dan apresiasi dari manusia manapun.

Modal ini akan menjauhkan kita dari penyakit riya’, ingin dipuji, ingin dilihat orang lain dan niat-niar buruk lainnya.

Seperti apa yang pernah di sabdakan oleh Baginda Nabi saw :

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.”

Poin yang tidak boleh terlewatkan adalah إِحتِسَابًا , artinya melakukan amalan itu karena berharap ganjaran dari Allah swt. Karena segala sesuatu yang di lakukan karena Allah, pasti akan memiliki nilai yang tak tertandingi. Bahkan nafkah wajib yang diberikan seorang suami atau ayah kepada keluarganya akan mendapatkan pahala sedekah apabila diberikan dengan niat mencari Keridhoan Allah swt.

Dalam kondisi yang berat dan sulit juga bisa menjadi ladang pahala bagi seorang hamba. Kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi berbagai ujian dan musibah adalah sumber pahala yang tak terbatas.

Dalam sebuah ayat Allah memberikan pujian dan janji yang agung kepada mereka yang bersabar dalam menghadapi kesulitan hidupnya demi meraih Keridhoan Allah swt.

Allah swt berfirman :

ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٞ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٰجِعُونَ – أُوْلَٰٓئِكَ عَلَيۡهِمۡ صَلَوَٰتٞ مِّن رَّبِّهِمۡ وَرَحۡمَةٞۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُهۡتَدُونَ

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS.Al-Baqarah:156-157)

Maka seorang mukmin tidak pernah lepas dari sumber pahala. Dalam kondisi sejahtera ia bisa meraih pahala dengan bersyukur dan berbuat kebaikan, dalam kondisi sulit pun ia bisa meraih pahala dengan kesabaran. Dan semua itu akan terwujud dengan terpenuhinya syarat utama yaitu hanya karena mengharapkan Kerelaan dan Balasan dari Allah swt.

Semoga bermanfaat.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 210 pelanggan lain