Isyarat Indah dari Al-Qur’an Dalam Peletakan Urutan Kata

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Isyarat Indah dari Al-Qur’an Dalam Peletakan Urutan Kata

khazanahalquran.com – Setiap sisi dari Al-Qur’an adalah pelajaran dan isyarat penting bagi kehidupan manusia. Kali ini kita akan melihat bagaimana Al-Qur’an memberi pelajaran dari urutan kata yang diletakkan didalamnya.

(1) Dalam hal meminta pertolongan, Al-Qur’an memulainya dengan menyebut saudara.

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ

“Pada hari itu manusia lari dari saudaranya.” (QS.Abasa:34)

(2) Ketika berbicara tentang kemuliaan dan kebanggaan, Al-Qur’an memulainya dengan menyebut ayah.

قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ

Katakanlah, “Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu…” (QS.At-Taubah:24)

(3) Ketika berbicara tentang syahwat, Al-Qur’an memulainya dengan wanita.

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak…” (QS.Ali ‘Imran:14)

(4) Ketika berbicara tentang tebusan, Al-Qur’an menyebutkan tebusan yang termahal adalah anak.

يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ

“Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab dengan anak-anaknya.” (QS.Al-Ma’arij:11)

(5) Ketika membicarakan bahwa manusia kelak akan lari di hari kiamat, Al-Qur’an juga menyebut bahwa manusia juga akan lari dari kedua orang tuanya.

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ – وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ – وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ

“Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya dan dari istri serta anak-anaknya.” (QS.Abasa:34)

(6) Namun ketika membahas tentang tebusan, Al-Qur’an tidak menyertakan orang tua. Karena demi memberikan penghormatan kepada keduanya dan Allah tidak akan pernah rela terhadap seseorang yang menjadikan orang tuanya sebagai tebusan bagi dirinya.

يَوَدُّ الْمُجْرِمُ لَوْ يَفْتَدِي مِنْ عَذَابِ يَوْمِئِذٍ بِبَنِيهِ – وَصَاحِبَتِهِ وَأَخِيهِ – وَفَصِيلَتِهِ الَّتِي تُؤْوِيهِ

“Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab dengan anak-anaknya, istrinya, saudaranya dan keluarga yang melindunginya (di dunia).” (QS.Al-Ma’arij:11-13)

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 210 pelanggan lain