Jangan Lupakan Dirimu !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Jangan Lupakan Dirimu !

khazanahalquran.com – Manusia memiliki sifat mudah lupa. Bahkan dalam bahasa arab kata “manusia” disebut الإِنْسَان yang salah satu maknanya berasal dari kata النِّسْيَان yaitu “lupa”.

Allah pun menyinggung hal ini dalam firman-Nya,

وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ مِنْ قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا

“Dan sungguh telah Kami pesankan kepada Adam dahulu, tetapi dia lupa, dan Kami tidak dapati kemauan yang kuat padanya.” (QS.Tha-Ha:115)

Biasanya manusia lupa dengan sesuatu yang diluar dirinya. Namun Al-Qur’an sering mengingatkan bencana terbesar bagi manusia, yaitu ketika ia melupakan dirinya sendiri.

Kenapa melupakan diri menjadi bencana paling dahsyat?

Karena ketika seorang telah melupakan dirinya maka ia tidak lagi memiliki semangat untuk memperbaiki diri, bahkan ia bisa mendzalimi dirinya sendiri.

Bagaimana seseorang bisa melupakan dirinya?

Allah menjelaskan dalam firman-Nya,

وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ

“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, sehingga Allah menjadikan mereka lupa akan diri sendiri.” (QS.Al-Hasyr:19)

Siapa yang lupa pada Allah pasti akan melupakan dirinya. Seakan ia mendapat sanksi karena melupakan Penciptanya maka ia dibuat lupa dengan dirinya sendiri.

Tidak ada masalah yang lebih besar dari lupa pada diri sendiri. Bagaimana bentuk “lupa diri” tersebut?

Ketika manusia melupakan dirinya ia tidak menghormati dirinya sendiri, tidak memperlakukan dirinya dengan layak bahkan berbuat dzalim pada dirinya sendiri.

Bahasa Al-Qur’an ketika menceritakan orang yang berbuat dosa karena lupa pada Allah dan meremehkan ketentuannya menggunakan kalimat يَظْلِمُ نَفْسَهُ yang maknanya “mendzalimi diri sendiri”.

Dikisahkan seseorang menulis surat kepada sahabat Nabi yang bernama Abu Dzar untuk meminta nasihat. Kemudian Abu Dzar menjawab surat itu dengan sebuah wasiat,

“Janganlah engkau berbuat keji pada sesuatu yang paling kau cintai !”

Orang tersebut tidak memahami apa maksud Abu Dzar. Dia pun bertanya, “Bagaimana seseorang akan berbuat keji kepada sesuatu yang paling ia cintai?”

Abu Dzar menjawab, “Ya, jiwa yang ada pada dirimu itu adalah yang paling kau cintai namun kau perlakukan dengan dzalim dan keji.

Karena itu jangan pernah melupakan diri kita ! Kapan kita lupa diri?

Ketika kita melupakan Allah swt.

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain