Jangan Pernah Melukai Hati Orang Miskin

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Jangan Pernah Melukai Hati Orang Miskin

khazanahalquran.com – Ada dua kisah dalam Al-Qur’an berkaitan dengan oknum yang mencela, menyakiti hati atau bahkan merencanakan sesuatu yang keji terhadap orang miskin.

Kisah pertama Allah menceritakan dalam Surat Kahfi tentang pemilik dua kebun. Dikisahkan ia memiliki kebun yang subur dengan hasil yang melimpah. Namun suatu hari ia congkak dan sombong. Ia tak mensyukuri nikmat Allah bahkan ia mulai menghina orang miskin dengan ungkapannya.

فَقَالَ لِصَاحِبِهِ وَهُوَ يُحَاوِرُهُ أَنَا أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَأَعَزُّ نَفَرًا

Dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.” (QS.Al-Kahfi:34)

Ia mulai meremehkan orang lain dan menganggap dirinya lebih hebat, lebih baik dan lebih kuat dari temannya yang miskin.

Singkat cerita, akhir dari ungkapan meremehkan itu Allah lanjutkan dalam firman-Nya,

وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَىٰ مَا أَنْفَقَ فِيهَا وَهِيَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّي أَحَدًا

Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya lalu dia berkata, “Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.” (QS.Al-Kahfi:42)

Tiba-tiba Allah hancurkan dua kebun yang subur itu hingga terbakar habis dan ia pun tak memiliki apa-apa lagi.

Dalam surat Al-Qalam diceritakan kisah lain yang hampir senada dengan kisah sebelumnya. Yaitu kisah pemilik kebun yang dizaman orang tuanyay hasil kebun itu dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan namun ketika dipegang oleh anaknya, ia berucap, “Jangan sampai ada satu pun dari orang miskin yang memakan hasil dari panen kebunku ini.”

Rencana busuk itu diabadikan oleh Al-Qur’an dalam firman-Nya,

أَنْ لَا يَدْخُلَنَّهَا الْيَوْمَ عَلَيْكُمْ مِسْكِينٌ

”Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu.” (QS Al-Qalam:24)

Lalu apa yang terjadi?

Di malam itu juga, ketika mereka dalam kondisi tidur, Allah binasakan kebun itu hingga habis tak tersisa.

فَطَافَ عَلَيْهَا طَائِفٌ مِنْ رَبِّكَ وَهُمْ نَائِمُونَ

Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur..

فَأَصْبَحَتْ كَالصَّرِيمِ

Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita..

(QS.Al-Qalam:19-20)

Niat jahat mereka terhadap orang miskin mengundang Murka Allah sehingga Allah hancurkan kebun itu hingga tak bersisa.

Dua kisah ini memberi pesan penting bahwa jangan pernah meremehkan, menghina atau menyakiti orang miskin. Karena Allah tidak rela bila ada hamba-Nya yang miskin dihina dan disakiti.

Jadikan mereka sebagai penyambung diri kita dengan surga. Jadikan mereka sebagai wasilah untuk meraih Ridho-Nya. Tentu dengan berbuat baik dan memuliakan mereka. Bukan dengan mencela dan menyakiti hatinya.

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 208 pelanggan lain