Jangan Sibuk Dengan Kelebihan Yang Dimiliki Orang Lain !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Jangan Sibuk Dengan Kelebihan Yang Dimiliki Orang Lain !

khazanahalquran.com – Seringkali kita melihat, memikirkan dan membicarakan kelebihan-kelebihan yang Allah berikan kepada orang lain, baik itu kelebihan materi seperti harta, ketampanan wajah, anak keturunan atau hal-hal lainnya.

Seringkali kita berharap memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain sehingga kita tidak sempat mensyukuri apa yang telah Allah berikan pada diri kita.

Boleh saja kita memohon kepada Allah, “Ya Allah, berikan kepadaku kelebihan seperti yang kau berikan kepada si fulan.”

Namun yang dilarang adalah berkhayal dan berangan-angan memiliki kehidupan seperti orang lain karena hal itu akan memunculkan sifat dengki dan hasud.

Ketika anda menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain, mohonlah kepada Allah karena semua itu adalah pemberian-Nya.

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.An-Nisa’:32)

Pada akhir ayat tersebut ditekankan agar kita memohon kepada Allah karena hanya Dia-lah yang dapat memberi semua kelebihan itu. Jangan berangan-angan untuk memiliki tapi cepatlah pergi penuju Sang Pemilik sebenarnya.

Ingatkah kita setiap kali Zakaria as masuk ke mihrab Maryam, beliau selalu menemukan rizki berupa buah-buah yang bukan di musimnya. Ketika melihat hal itu respon Nabi Zakaria as adalah berdoa dan memohon kepada Allah swt,

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ

“Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya.” (QS.Ali ‘Imran:38)

Oleh karena itu di akhir ayat utama diatas Allah menutup dengan firman-Nya,

“Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Allah Maha Mengetahui atas segala sesuatu. Siapa yang harus diberi, siapa yang belum saatnya untuk diberi. Karena belum tentu apa yang diberikan kepada orang lain itu menjadi kebaikan jika diberikan pada diri kita.

Masih ingatkah kita dengan kaum di zaman Qarun, mereka berangan-angan memiliki harta seperti Qarun, namun ketika adzab itu datang dan menenggelamkan semua yang ia miliki kedalam tanah, para penduduk mulai sadar dan berkata :

وَأَصْبَحَ الَّذِينَ تَمَنَّوْا مَكَانَهُ بِالْأَمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ

Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan (Karun) itu berkata, “Aduhai, benarlah kiranya Allah yang melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya).” (QS.Al-Qashash:82)

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain