Kami Yang Melakukan Perbaikan, Bukan Yang Lain !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Kami Yang Melakukan Perbaikan, Bukan Yang Lain !

khazanahalquran.com – Allah Swt Berfirman :

وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ قَالُوٓاْ إِنَّمَا نَحۡنُ مُصۡلِحُونَ

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi!” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.” (QS.Al-Baqarah:11)

Ayat mulia ini ingin menampilkan salah satu sifat dari kebusukan orang-orang munafik. Yaitu mereka selalu berkoar-koar seakan menjadi orang-orang yang melakukan perbaikan, selalu menjaga keutuhan dan perdamaian, namun pada kenyataannya mereka selalu melakukan kerusakan.

Dan uniknya, kerusakan yang mereka lakukan itu tampak jelas dan nyata, tidak bisa di tutup-tutupi lagi. Buktinya dalam ayat ini Allah Swt menggunakan kata قِيلَ (dikatakan) dengan bentuk Majhul (tidak disebutkan siapa mengatakan hal ini), karena kerusakan yang mereka lakukan begitu jelas dan ganblang.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمۡ لَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di bumi!”

Tapi mereka tidak pernah mau mengaku dan terus mengklaim diri mereka sebagai penjaga perdamaian dan selalu melakukan perbaikan.

إِنَّمَا نَحۡنُ مُصۡلِحُونَ

“Sesungguhnya kami justru orang-orang yang melakukan perbaikan.”

Nah tandanya, mereka yang hanya mengklaim kebaikan sebatas di lisan namun berbuat kerusakan dalam perbuatan selalu merasa golongan mereka adalah satu-satunya yang melakukan perbaikan di muka bumi ini. Tidak ada yang lain !

Namun dalam ayat selanjutnya Allah memberi penjelasan tentang kondisi orang-orang semacam ini secara gamblang.

أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلۡمُفۡسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشۡعُرُونَ

“Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari.” (QS.Al-Baqarah:12)

Ayat ini adalah sebuah penekanan dari Allah bahwa mereka lah yang benar-benar membuat berbagai kerusakan di bumi ini. Akan tetapi mereka tidak menyadari hal itu.

Bagaimana mereka bisa tidak sadar bahwa mereka adalah perusak?

Nah, mereka sudah tidak lagi merasa berbuat kerusakan karena hati mereka telah dipenuhi dengan kebusukan. Sehingga mereka melihat sesuatu yang buruk sebagai sebuah kebaikan.

Itulah kenapa orang-orang yang hatinya kotor dan dipenuhi penyakit bisa melihat kerusakan sebagai keindahan, kebohongan sebagai kejujuran dan kebaikan sebagai kesalahan. Dia tidak mampu lagi membedakan antara kebenaran dan kebatilan karena jiwa mereka telah kotor dan tak mampu menilai sesuatu sesuai dengan nilai yang sebenarnya.

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 212 pelanggan lain