Keagungan Risalah Nabi saw Yang Mengguncangkan Dunia.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Keagungan Risalah Nabi saw Yang Mengguncangkan Dunia.

khazanahalquran.com – Kali ini kita akan membahas poin-poin penting tentang agungnya Risalah yang dibawa oleh Baginda Nabi saw yang mampu mengguncangkan dan merubah sistem batil yang telah berjalan di dunia ini.

(1) Risalah yang dibawa oleh Baginda Nabi saw selalu memperjuangkan tentang kebebasan manusia.

Allah swt berfirman,

وَيَضَعُ عَنۡهُمۡ إِصۡرَهُمۡ وَٱلۡأَغۡلَٰلَ ٱلَّتِي كَانَتۡ عَلَيۡهِمۡۚ

“Dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.” (QS.Al-A’raf:157)

Kebebasan ini mutlak bagi semua manusia. Setiap individu punya kebebasan mutlak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Mereka bebas untuk berpikir dan memilih keyakinannya. Bukankah dengan tegas Allah swt berfirman,

لَآ إِكۡرَاهَ فِي ٱلدِّينِۖ قَد تَّبَيَّنَ ٱلرُّشۡدُ مِنَ ٱلۡغَيِّ

“Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama, sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. (QS.Al-Baqarah:256)

Tidak seorang pun berwenang untuk memaksakan sesuatu kepada orang lain. Apalagi dalam memilih keyakinan atau agama. Bukankah Allah swt memberi kebebasan kepada setiap orang untuk memilih jalannya, lantas siapa kita yang merasa berhak untuk memaksa orang lain mengikuti keyakinan kita? Apakah kita hendak melebihi wewenang Tuhan?

Allah swt berfirman,

وَلَوۡ شَآءَ رَبُّكَ لَأٓمَنَ مَن فِي ٱلۡأَرۡضِ كُلُّهُمۡ جَمِيعًاۚ أَفَأَنتَ تُكۡرِهُ ٱلنَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُواْ مُؤۡمِنِينَ

“Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di bumi seluruhnya. Tetapi apakah kamu (hendak) memaksa manusia agar mereka menjadi orang-orang yang beriman?” (QS.Yunus:99)

(2) Risalah Nabi saw mendorong manusia untuk menyelesaikan suatu masalah dengan musyawarah.

Allah swt berfirman,

وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ فَإِذَا عَزَمۡتَ فَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُتَوَكِّلِينَ

“Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” (QS.Ali ‘Imran:159)

Mayoritas negara-negara di dunia telah menentang sistem tirani dan diktator. Dan sebelum cahaya Islam datang, dunia telah tenggelam oleh kebejatan para pemimpin tiran yang memeras dan menindas rakyatnya. Kemudian Rasulullah saw datang dengan Risalah suci yang menentang kesewanangan tersebut.

Allah swt berfirman,

وَأَمۡرُهُمۡ شُورَىٰ بَيۡنَهُمۡ وَمِمَّا رَزَقۡنَٰهُمۡ يُنفِقُونَ

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.” (QS.Asy-Syura:38)

Bahkan dalam hal kecil seperti urusan keluarga, Islam selalu mengedepankan musyawarah antara suami dan istri demi kelanggengan rumah tangga dan penghormatan kepada wanita.

Allah swt berfirman,

فَإِنۡ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٖ مِّنۡهُمَا وَتَشَاوُرٖ فَلَا جُنَاحَ عَلَيۡهِمَا

“Apabila keduanya ingin menyapih dengan persetujuan dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya.” (QS.Al-Baqarah:233)

(3) Isu rasisme adalah masalah dunia yang tak pernah selesai. Sementara Nabi saw sejak 1400 tahun yang lalu telah membawa pesan-pesan kesetaraan antar semua manusia. Perbedaan warna kulit bukanlah suatu pembeda antara satu individu dengan individu yang lainnya. Bukankah Rasulullah saw duduk bersama Salman Al-Farisi yang bukan dari kalangan arab dan disamping beliau ada pula Bilal seorang budak kulit hitam dari Etiopia. Semuanya mendapat perlakuan yang sama.

Setiap manusia adalah sama di mata Islam. Bahkan seseorang yang berbeda agama pun mendapat perlindungan dan penghormatan sebagai seorang manusia.

Dikisahkan seorang kaya sedang duduk bersama Nabi saw kemudian datang seorang miskin dan duduk disampingnya. Tiba-tiba orang kaya ini menarik jubahnya agar tidak tersentuh si miskin.

Melihat itu Nabi saw marah dan berkata, “Apakah engkau takut kemiskinannya akan berpindah kepadamu?”

(4) Menghormati kaum minoritas.

Negeri Barat membanggakan diri mereka dan mengklaim paling menghargai kaum minoritas. Padahal Islam sejak awal kemunculannya telah menghormati bahkan memuliakan kaum minoritas.

Rasulullah saw bersabda,

مَن آذَى ذِمِّيًّا فَقَد آذَانِي

“Siapa yang menyakiti seorang non-muslim (yang hidup ditengah masyarakat Islam) maka dia telah menyakitiku.”

أَنَّ مَن آذَى ذِمِّيًّا فَأَنَا خَصمَهُ يَومَ القِيَامَة

“Bahwa barangsiapa yang menyakiti non-muslim (yang hidup di tengah masyarakat Islam) maka aku adalah lawannya di hari Kiamat.”

(5) Islam selalu membawa pesan penghormatan dan memuliakan wanita.

Di zaman itu tiada sedikit pun penghormatan bagi wanita. Bayi perempuan dikubur hidup-hidup hanya karena ia terlahir sebagai wanita.

Allah swt berfirman,

وَإِذَا ٱلۡمَوۡءُۥدَةُ سُئِلَتۡ – بِأَيِّ ذَنۢبٖ قُتِلَتۡ

“Dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,karena dosa apa dia dibunuh?” (QS.At-Takwir:8)

Bahkan wanita disamakan dengan barang warisan, apabila seorang lelaki wafat maka istrinya diwariskan kepada anaknya. Kemudian datang cahaya Islam untuk menghapus semua tradisi bejat ini dan memberi kemuliaan kepada wanita sama seperti lelaki.

لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكۡتَسَبُواْۖ وَلِلنِّسَآءِ نَصِيبٌ مِّمَّا ٱكۡتَسَبۡنَۚ وَسۡـَٔلُواْ ٱللَّهَ مِن فَضۡلِهِۦٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا

“Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.An-Nisa’:32)

Lebih dari itu banyak sekali ayat Al-Qur’an yang selalu mensejajarkan wanita dengan lelaki. Allah swt berfirman,

وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتُ بَعۡضُهُمۡ أَوۡلِيَآءُ بَعۡضٖ

“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain.” (QS.At-Taubah:71)

Rasulullah saw bersabda,

مَا زَالَ جِبرَائيل يُوصِينِي بِالمَرأَة

“Jibril selalu mewasiatkan kepadaku untuk (menjaga, melindungi dan menghormati) wanita.”

(6) Mengajak kepada pengembangan ilmu pengetahuan.

Kala itu Mekah dikenal sebagai ibu kota yang maju dalam hal ekonomi, politik dan sosial. Namun sejarah mencatat hanya 20 orang yang mampu membaca dan menulis. Kemudian Nabi saw datang dengan membawa Risalah yang meletakkan keilmuan sebagai suatu hal yang amat mulia dan penting di tengah masyarakat.

Bukankah ayat yang pertama turun kepada Nabi saw adalah perintah untuk membaca?

Allah swt berfirman,

ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِي خَلَقَ – خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِنۡ عَلَقٍ – ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ – ٱلَّذِي عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,Yang mengajar (manusia) dengan pena.” (QS.Al-‘Alaq:1-4)

Itulah enam keunggulan dan keutamaan dari Risalah Nabi saw. Tentu masih banyak lagi keunggulan lain yang belum kita sebutkan.

Semoga bermanfaat..

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 208 pelanggan lain