Kemana Akhir Perjalanan Kita?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Kemana Akhir Perjalanan Kita?

khazanahalquran.com – Tidak diragukan lagi bahwa segala sesuatu pasti ada akhirnya. Allah Swt Berfirman :

كُلُّ مَنۡ عَلَيۡهَا فَانٖ – وَيَبۡقَىٰ وَجۡهُ رَبِّكَ ذُو ٱلۡجَلَٰلِ وَٱلۡإِكۡرَامِ

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa, tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.” (QS.Ar-Rahman:26-27)

Ini adalah hal yang pasti. Tapi pertanyaan yang lebih penting adalah kemana akhir perjalanan kita? Kemana kah kita akan berpulang ?

Tentu kita semua telah mengetahui jawabannya secara jelas dan gamblang. Allah Swt berfirman :

كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۖ ثُمَّ إِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami, kamu dikembalikan.” (QS.Al-Ankabut:57)

Maka tak heran bila Rasulullah Saw seringkali berpesan agar kita selalu mengingat kematian.

أكثروا ذكر هادم اللذات

“Perbanyaklah mengingat sesuatu yang menghancurkan segala kenikmatan (kematian).”

Para Ulama’ pun menjelaskan bahwa mengingat kematian itu memberikan manusia tiga hal :

1. Tidak menunda-nunda sesuatu.
2. Rela terhadap semua ketentuan Allah.
3. Selalu menyibukkan diri dengan ketaatan.

Karenanya setiap muslim harus selalu menyadari dan mengingat sesuatu yang paling pasti terjadi dalam hidupnya, yaitu kematian. Tidak ada yang lebih pasti dari kematian. Kita pun menyaksikannya setiap hari.

Mengingat kematian membuat kita mengingat akhirat. Membuat kita mengingat bahwa hidup di dunia sangatlah singkat dan kehidupan disana yang kekal.

Maka hal yang harus kita renungkan setiap hari adalah tempat berpulang kita nanti. Mengingat akhirat membuat kita terdorong untuk mempersiapkan diri menghadapi Hari Pertanggung Jawaban. Membekali diri menghadapi Hari Pembalasan.

Kita akan tutup kajian kali ini dengan beberapa pesan yang harus selalu kita ingat untuk menghadapi hari akhirat kelak.

1. Ingatlah tidak ada hak yang akan terabaikan. Kelak segala sesuatu akan kembali kepada pemiliknya. Orang tertindas akan kembali mendapatkan haknya dan orang yang dzalim akan mendapat balasannya.

2. Sediakan waktu setiap hari untuk kita bertafakur dan bermuhasabah diri.

3. Berhati-hati agar jangan sampai merampas hak orang lain.

4. Tenangkan hatimu karena Keadilan dan Kebijaksaaan Allah begitu sempurna sehingga yang terjadi kepadamu pasti adalah sesuatu yang terbaik.

Allah Swt tidak akan berlaku dzalim sebesar biji kecil pun. Semua akan diganjar dengan adil dan mendapat haknya masing-masing.

فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرٗا يَرَهُۥ – وَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٖ شَرّٗا يَرَهُۥ

“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS.Az-Zalzalah:7-8)

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain