Kunci Sukses Bagi Guru dan Da’i Menurut Al-Qur’an !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Kunci Sukses Bagi Guru dan Da’i Menurut Al-Qur’an !

khazanahalquran.com – Untuk sukses dalam mengajar ataupun berdakwah, seorang guru, da’i atau ustad dituntut untuk menguasai materi yang ingin ia sampaikan. Namun ada kunci lain yang harus dimiliki yang cukup menentukan keberhasilan dakwah atau pengajaran seseorang. Karena keluasan ilmu saja tidak bisa menjamin keberhasilan seseorang dalam menyampaikan ilmunya.

Al-Qur’an menceritakan ketika Allah swt memilihkan seorang guru untuk Nabi Musa as, Allah memuji guru ini dengan salah satu sifat mulia yaitu penuh rahmat dan kasih sayang.

فَوَجَدَا عَبۡدٗا مِّنۡ عِبَادِنَآ ءَاتَيۡنَٰهُ رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِنَا وَعَلَّمۡنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلۡمٗا

“Lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami.” (QS.Al-Kahfi:65)

Ayat ini lebih mendahulukan kalimat “diberi rahmat oleh Allah” sebelum kalimat “diajari oleh Allah”.

Didahulukannya rahmat sebelum ilmu menunjukkan bahwa salah satu kunci penting yang harus dimiliki seorang guru adalah rahmat dan belas kasih. Karena dengan kelembutan dan kasih sayang maka apa yang akan ia sampaikan akan lebih mampu diterima oleh pendengar ataupun murid.

Seluruh Nabi diutus oleh Allah swt sebagai guru yang bertugas membimbing dan mengajari umat, seperti yang disebutkan dalam firman-Nya,

هُوَ ٱلَّذِي بَعَثَ فِي ٱلۡأُمِّيِّـۧنَ رَسُولٗا مِّنۡهُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمۡ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ

“Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah.” (QS.Al-Jumu’ah:2)

Rasulullah saw memiliki tugas untuk mengajarkan kitab suci yang beliau terima dari Allah swt. Sementara kita melihat sifat beliau sebagai seorang guru yang memiliki tugas untuk menyampaikan ilmu Allah, apa kiranya sifat beliau dalam menjadi penyampai ilmu-Nya?

بِٱلۡمُؤۡمِنِينَ رَءُوفٞ رَّحِيمٞ

“Penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” (QS.At-Taubah:128)

Dia lah guru yang penuh rahmat dan kasih sayang bagi semua muridnya. Bahkan beliau diutus dan sukses dalam dakwahnya karena tujuan diutusnya Nabi Muhammad saw hanya untuk rahmat bagi seluruh alam.

وَمَآ أَرۡسَلۡنَٰكَ إِلَّا رَحۡمَةٗ لِّلۡعَٰلَمِينَ

“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (QS.Al-Anbiya’:107)

Bahkan dalam ayat lain disebutkan bahwa modal terbesar Baginda Nabi saw dalam dakwahnya adalah kelembutan dan kesantunan beliau dalam membimbing umat. Bukankah Allah swt berfirman,

فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَ

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.” (QS.Ali ‘Imran:159)

Sehebat apapun ilmu yang disampaikan, sekuat apapun argumen yang diberikan, apabila disampaikan dengan cara yang kasar dan tidak menyentuh hati maka pasti orang akan lari dan enggan mendengarnya.

Nabi Nuh as ketika ditolak oleh umatnya, beliau mempertanyakan,

قَالَ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِ

Dia (Nuh) berkata, ”Wahai kaumku! Apa pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan aku diberi rahmat dari sisi-Nya…” (QS.Hud:28)

Ayat ini ingin menunjukkan bahwa rahmat selalu berada bersama para utusan Allah swt di muka bumi. Maka dahulukan kelembutan dan akhlak dalam menyampaikan ilmu dan kebenaran. Karena dengan itu orang akan tertarik dengan kebenaran.

Ingatlah bahwa guru yang dipilih oleh Allah swt untuk Nabi Musa as disifati dengan rahmat terlebih dahulu baru ilmunya.

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain