Mana Hartaku? Mana Kekuasaanku?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Mana Hartaku? Mana Kekuasaanku?

khazanahalquran.com – Dalam surat Al-Haqqah kita akan temukan rangkaian ayat yang menarik untuk kita simak bersama. Ayat-ayat ini menceritakan bagaimana nasib orang-orang yang menerima buku catatan amal dengan tangan kirinya. Dan ini adalah simbol kesialan, kerugian dan kesengsaraan.

Allah swt berfirman,

وَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِشِمَالِهِ فَيَقُولُ يَا لَيْتَنِي لَمْ أُوتَ كِتَابِيَهْ

Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, “Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.” (QS.Al-Haqqah:25)

وَلَمْ أَدْرِ مَا حِسَابِيَهْ

“Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku.” (QS Al-Haqqah:26)

يَا لَيْتَهَا كَانَتِ الْقَاضِيَةَ

“Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.” (QS.Al-Haqqah:27)

Mereka berharap kematian adalah akhir dari segalanya sehingga mereka tidak harus mempertanggung jawabkan semua perbuatannya di dunia. Mereka pun enggan melihat buku catatan amal mereka sendiri.

Namun yang akan menjadi fokus kita pada kajian kali ini adalah dua ayat selanjutnya, yaitu :

مَا أَغْنَىٰ عَنِّي مَالِيَهْ

Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku…

هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ

Kekuasaanku telah hilang dariku…

(QS.Al-Haqqah:28-29)

Dengan segala cara manusia berebut untuk meraih harta dan kekuasaan. Dengan segala cara ia ingin memiliki segalanya. Walau dengan strategi yang licik, dengan cara-cara yang menindas ataupun dengan cara yang keji.

Ambisi meraih harta dan kekuasaan membuat manusia lupa segalanya. Padahal Allah telah mengingatkan bagaimana nasib Qarun dengan hartanya yang melimpah. Bagaimana nasib Fir’aun dengan segala kekuasaannya.

Yang lebih menarik lagi, akhir-akhir ini kita melihat gambaran nyata dari ayat-ayat ini dalam kejadian demi kejadian yang terjadi di sekeliling kita.

Para penguasa keji dan konglomerat hasil korupsi menjadi hancur dan terhina di dunia, sebelum mereka merasakan kehinaan di akhirat.

Berapa banyak para koruptor yang bergelimang harta haram milik rakyat, tiba-tiba semua kekayaannya disita dan ia harus menghabiskan hidupnya dalam sel-sel sempit.

Berapa banyak pemimpin-pemimpin diktator di berbagai belahan dunia yang menguasai kekayaan negara, tiba-tiba digulingkan dan dihinakan dalam hitungan hari.

Mana harta mereka?

Mana kekuasaan mereka?

Mampukah harta dan kekuasaan itu menolong mereka ?

Sungguh mereka tak berdaya lagi jika Allah telah menghendaki kejatuhan bagi mereka.

“Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku…

Kekuasaanku telah hilang dariku…”

Maka jangan pernah rakus dengan dunia. Jangan korbankan dirimu dengan memilih jalan-jalan haram untuk memuaskan ambisimu. Karena semua itu tidak akan mampu menolongmu !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 208 pelanggan lain