Menangislah atas Kesempatanmu yang Hilang !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Menangislah atas Kesempatanmu yang Hilang !

khazanahalquran.com – Dalam surat At-taubah ayat 92, Allah menceritakan tentang orang-orang yang datang kepada Rasulullah saw untuk bergabung dan membela beliau dalam peperangan. Namun mereka tidak mendapatkan tunggangan untuk mereka tunggangi dalam peperangan itu. Hingga akhirnya Rasulullah saw pun menolak mereka dan mereka pulang dengan linangan air mata.

Allah swt berfirman,

وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوْا وَأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ

“Dan tidak ada (pula dosa) atas orang-orang yang datang kepadamu (Muhammad), agar engkau memberi kendaraan kepada mereka, lalu engkau berkata, “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu,” lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena sedih, disebabkan mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan (untuk ikut berperang).” (QS.At-Taubah:92)

Banyak pelajaran dari ayat ini. Bagaimana mereka menangis karena kehilangan kesempatan untuk melakukan kebaikan. Menangisi keadaan mereka karena tidak mampu melakukan amal sholeh.

Ayat ini mengajarkan kepada kita untuk bersedih ketika kehilangan kesempatan untuk berbuat baik. Bersedih lah ketika waktu berlalu sementara kita lewatkan begitu saja, padahal banyak kesempatan yang bisa kita isi dengan kebaikan.

Terkadang manusia menangis dan bersedih ketika kehilangan kesempatan untuk melakukan maksiat yang telah mereka rencanakan. Harusnya ia bergembira karena Allah menyelamatkannya dari dosa dan kemaksiatan.

Seharusnya kita bersedih ketika berencana untuk solat diawal waktu namun terganggu. Kita bersedih ketika berniat untuk sodaqoh namun termakan oleh bisikan setan hingga menarik niatan itu kembali. Kita menangis karena ingin solat malam namun tertidur hingga fajar.

Kita diajarkan untuk bersedih dan menangis ketika kehilangan kesempatan untuk berbuat baik. Maka marilah mulai melatih diri kita untuk menyesali hal itu sehingga tidak ada lagi kesempatan yang terlewatkan dalam hari-hari kita.

Semoga bermanfaat….

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 212 pelanggan lain