Mengapa Banyak Manusia Tidak Bersyukur?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Mengapa Banyak Manusia Tidak Bersyukur?

khazanahalquran.com – Bukan sesuatu yang mengherankan disaat kita melihat banyak sekali manusia mengeluh dalam berbagai kondisi. Padahal banyak mata yang cemburu melihat kelebihan-kelebihan yang ia miliki. Banyak hati yang berharap menjadi dirinya dan berada di posisinya.

Udara panas mengeluh kepanasan. Udara dingin mengeluh kedinginan. Pengangguran mengeluh tak mendapat kerjaan. Yang bekerja mengeluh lelah dan jenuh dengan pekerjaannya. Terus begitu, hingga tidak ada celah sedikitpun untuk berhenti mengeluh.

Itulah fenomena yang kita lihat sehari-hari. Bahkan mereka yang telah memiliki segalanya masih merasa kurang dan belum punya apa-apa.

Maka tidak heran jika Allah swt berfirman,

وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

“Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (QS.Saba’:13)

Lalu hati kita pun bertanya-tanya, “Mengapa manusia bisa separah ini? Mendapat kucuran nikmat tapi tak pernah tergerak untuk sekedar berterima kasih dan bersyukur pada Sang Pemberi Nikmat?”

Perlu kita renungkan bahwa setiap hari manusia dikepung oleh musuhnya dari empat arah. Dari depan, belakang, kanan dan kirinya.

Dari empat arah ini musuh selalu merayu, menggoda dan menakut-nakuti agar manusia lupa untuk bersyukur.

Allah swt berfirman,

ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS.Al-A’raf:17)

Inilah sumpah Iblis dihadapan Allah swt. Mereka akan melakukan berbagai cara untuk menjadikan manusia tidak bersyukur.

Manusia dihantui oleh bermacam bisikan agar ia tidak bersyukur. Kita ditakut-takuti dengan bermacam masalah agar kita terus merasa kurang. Hati kita digiring untuk takut dan gelisah sehingga lupa untuk berterima kasih.

Tapi jangan pernah pesimis ! Walaupun setan selalu menyerang kita dari empat arah, ada dua arah yang tidak mampu dikuasainya. Yaitu arah atas dan bawah.

Arahkan pandanganmu keatas untuk memohon dan berdoa kepada Allah. Dan tundukkan ke arah bawah dalam bentuk sujud kepada-Nya.

Jangan sia-siakan dua arah ini ! Karena setiap sujud kita mendekatkan kepada Allah. Dalam posisi sujud kita ingin mengatakan, “Ya Allah, aku tidak memiliki kemampuan apa-apa selain berharap dari-Mu. Maka bantulah aku untuk bersyukur dan menghadapi semua godaan ini !”

Karena itu Allah swt berfirman,

وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

“Dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).” (QS.Al-‘Alaq:19)

Lawanlah segala gangguan setan dengan doa dan sujud kepada Allah. Sehingga hati kita selalu bersyukur dalam setiap keadaan. Dan ketika kita telah bersyukur, bersiaplah untuk mendapat tambahan demi tambahan dari Allah swt.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 208 pelanggan lain