Mengingat Kematian Justru Menjauhkanmu dari Penyakit Pesimis

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Mengingat Kematian Justru Menjauhkanmu dari Penyakit Pesimis

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati.” (QS.Ali ‘Imran:185)

Tentu ayat ini tidak asing lagi ditelinga kita. Allah swt mengulang kalimat ini sebanyak tiga kali dalam Al-Qur’an. Dan setiap kali mengingatkan kematian, Allah selalu mengingatkan tentang hari kebangkitan disaat semua manusia akan kembali kepada-Nya.

Seperti dalam firman-Nya,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS.Al-Anbiya’:35)

Juga pada ayat lain dengan kalimat yang lebih singkat Allah berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS.Al-Ankabut:57)

Dari sini kita dapat mengutip pelajaran bahwa :

Setiap kali orang mengingat kematian maka ia akan tergugah untuk menjadi lebih baik dan mempersiapkan bekal yang lebih banyak.

Karena mengingat mati artinya kita sedang menyadarkan diri bahwa kita akan kembali. Dan untuk kembali harus ada bekal yang kita persiapkan.

Mengingat kematian tidak membuat orang menjadi pesimis tapi mengingat hari kembali justru dapat mengontrol kehidupannya.

Orang yang selalu mengingat kematian akan memanfaatkan waktunya dengan sebaik mungkin, karena ia yakin waktu yang ia miliki akan segera berakhir.

Orang yang selalu ingat mati tidak akan melanggar ketentuan Allah karena ia yakin suatu saat akan kembali pada-Nya.

Mengapa kita harus takut mati? Sementara mati itu pasti datang.

Bukankah Allah berfirman,

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.Al-Jumu’ah:8)

Orang cerdas adalah ia yang sadar bahwa waktunya sedikit lalu ia membekali diri sebanyak mungkin.

Bahkan diayat lain Allah menekankan,

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh.” (QS.An-Nisa’:78)

Jangan pernah lari dari kematian karena ia pasti akan datang !

Kita semua sedang dalam perjalanan kembali menuju Allah. Hari demi hari mengikis waktu kita dan sebentar lagi kita akan berhenti di terminal kematian. Untuk kemudian melanjutkan perjalanan menuju hari pembalasan.

Rasulullah saw dalam suatu kesempatan mengingatkan umatnya,

“Ingatlah pada yang membinasakan seluruh kelezatan (kematian).”

Agar kita tidak terlena dalam kenikmatan dunia dan melupakan hari kembali.

Orang yang selalu ingat mati tidak akan mendzalimi saudaranya. Tidak akan menyakiti orang lain. Tidak akan merampas harta mereka. Karena ia tau bahwa nanti ia akan kembali dan akan mempertanggung jawabkan semua amal perbuatannya.

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 212 pelanggan lain