Mereka Dibangkitkan dengan Hati yang Kosong

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Mereka Dibangkitkan dengan Hati yang Kosong

khazanahalquran.com – Dalam Surat Ibrahim diceritakan bahwa orang-orang durjana akan dibangkitkan dalam keadaan takut. Mata mereka terbelalak dan hati mereka kosong.

مُهْطِعِينَ مُقْنِعِي رُءُوسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ ۖ وَأَفْئِدَتُهُمْ هَوَاءٌ

“Mereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (QS.Ibrahim:43)

Hati mereka kosong karena ketakutan dan tercengang melihat sesuatu yang tak pernah mereka bayangkan terjadi di alam sana.

Namun yang menarik dan perlu kita telusuri adalah apa sebab yang membuat hati mereka kosong di hari kebangkitan?

Sebab utamanya adalah karena hati mereka telah kosong sejak menjalani kehidupannya di dunia !

Seseorang yang hidupnya hanya diisi dengan aktifitas duniawi seperti makan, minum, bergerak, bernafas, bekerja tanpa pernah memperhatikan kebutuhan hatinya maka tentu jiwanya akan kosong. Mereka hanya fokus untuk memuaskan jasad tanpa memikirkan nasib ruh mereka yang akan menjalani kehidupan setelah kematian.

Ketika menceritakan perang Uhud, Allah swt menyebutkan sebuah ayat tentang sekelompok orang yang sibuk dengan urusan duniawi saja. Mereka disibukkan dengan pikiran-pikiran yang tak ada kaitannya dengan akhirat sama sekali. Mereka mengkhawatirkan nasib di dunia tanpa memikirkan nasib kehidupan kekalnya di akhirat.

Allah swt berfirman,

وَطَائِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنْفُسُهُمْ

“Sedangkan segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri.” (QS.Ali ‘Imran:154)

Ini adalah contoh yang paling simpel ketika Allah mencontohkan bagaimana mereka disibukkan dengan urusan diri dan dunia mereka saja.

Lalu mengapa mereka dibangkitkan dengan hati yang kosong?

Karena mereka hanya disibukkan dengan urusan jasad saja. Tidak ada siraman yang menyejukkan hati. Sementara manusia harus selalu ingat bahwa dirinya adalah perpaduan antara jasad dan ruh.

Karena itu jangan sampai kita hanya sibuk dengan jasad dan melupakan ruh. Karena kondisi ruh kita sangat menentukan nasib akhir saat kita dibangkitkan.

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 212 pelanggan lain