Pangkal dari Permusuhan adalah Rasa Dengki

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Pangkal dari Permusuhan adalah Rasa Dengki

khazanahalquran.com – Manusia tidak akan mendapat ketenangan hidup bila masih ada rasa iri dan dengki dalam hatinya. Penyakit ini adalah faktor utama yang mengantarkan manusia menuju kesengsaraan.

Permusuhan, pertikaian dan berbagai macam konflik sosial banyak terjadi karena mengikuti bisikan dengki. Kerugian harta, nama baik atau bahkan hilangnya nyawa seringkali menjadi tumbalnya.

Seorang yang menyimpan iri, dengki dan dendam tidak akan pernah merasakan kehidupan yang aman, nyaman dan tentram. Tidak ada hari tanpa ketegangan dan kemarahan.

Al-Qur’an menceritakan salah satu rahasia kebahagiaan para penghuni surga. Disana tidak ada kata sengsara karena Allah telah mencabut semua rasa iri dan dengki dari hati mereka.

Allah swt berfirman,

وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلّٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهِمُ ٱلۡأَنۡهَٰرُۖ وَقَالُواْ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي هَدَىٰنَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهۡتَدِيَ لَوۡلَآ أَنۡ هَدَىٰنَا ٱللَّهُۖ

“Dan Kami mencabut rasa dendam dari dalam dada mereka, di bawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kami ke (surga) ini. Kami tidak akan mendapat petunjuk sekiranya Allah tidak menunjukkan kami.” (QS.Al-A’raf:43)

وَنَزَعۡنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنۡ غِلٍّ إِخۡوَٰنًا عَلَىٰ سُرُرٖ مُّتَقَٰبِلِينَ

“Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang ada dalam hati mereka; mereka merasa bersaudara, duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.” (QS.Al-Hijr:47)

Ketika seluruh perasaan dengki, hasut dan dendam telah dicabut dari hati seseorang, barulah ia bisa merasakan kenikmatan dan kebahagiaan yang sebenarnya.

Artinya, mustahil seseorang akan mendapat ketenangan dan ketentraman hidup selagi masih ada penyakit iri dan dengki dalam hati.

Karena itu banyak kita melihat seseorang yang berada dalam puncak kenikmatan duniawi, tak ada kekurangan dalam hidupnya namun ia jauh dari kata bahagia. Hidupnya gelisah dan tak menemukan ketenangan. Karena ternyata dalam hati mereka masih menyimpan rasa iri dan dengki pada orang lain.

Mari kita menciptakan miniatur surga dalam kehidupan kita dengan membuang semua penyakit iri, dengki dan dendam dari dalam hati kita.

Semoga bermanfaat..

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain