Perhatikan Saudaramu yang Kelaparan !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Perhatikan Saudaramu yang Kelaparan !

khazanahalquran.com – Dalam kacamata Islam, memberi makan kepada siapapun memiliki pahala yang besar. Tapi dalam beberapa ayatnya, Al-Qur’an memberi penekanan untuk memberi makan kepada orang miskin dan orang yang membutuhkan.

Banyak sekali ayat yang menyinggung masalah ini, bahkan salah satu perbuatan yang digolongkan sebagai “mendustai agama” adalah tidak membantu atau tidak mengajak orang lain untuk memberi makan orang miskin.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ

Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

(QS.Al-Ma’un:1-3)

Banyak metode yang digunakan Al-Qur’an untuk merangsang kepedulian manusia dalam memperhatikan makan orang-orang miskin. Mulai dari janji pahala yang besar, ancaman dan lain sebagainya.

Salah satunya adalah dengan kisah inspiratif yang Allah abadikan dalam Al-Qur’an. Disaat Allah memuji sebuah keluarga yang rela memberikan makanannya kepada orang miskin, anak yatim dan tawanan, padahal mereka sendiri tidak memiliki apapun selain makanan yang diberikan. Keluarga itu adalah keluarga kecil dari Sayyidah Fatimah Azzahra, putri Rasulullah saw.

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan.” (QS.Al-Insan:8)

Sementara mereka yang tidak ada kepedulian dan kikir terhadap urusan memberi makan orang miskin, maka Allah memberi ancaman dengan neraka yang menyala-nyala.

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ

(Allah berfirman), “Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya.”

ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ

Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.

ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ

Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.

(QS.Al-Haqqah:30-31)

Mengapa semua ini bisa menimpa seseorang?

إِنَّهُ كَانَ لَا يُؤْمِنُ بِاللَّهِ الْعَظِيمِ

Sesungguhnya dialah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar.

وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ

Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin

(QS.Al-Haqqah:33-34)

Karena itu mari kita perhatikan masalah ini baik-baik. Jika kita mampu, berilah makan setiap hari kepada yang membutuhkan. Bila tidak mampu mungkin seminggu sekali, atau beberapa waktu sekali. Dan jangan lupa untuk saling mendorong dalam memperhatikan saudara kita yang kelaparan.

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain