Pernahkah Anda Merenungkan Makna “Shodaqallah”?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Pernahkah Anda Merenungkan Makna “Shodaqallah”?

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman,

قُلْ صَدَقَ اللَّهُ ۗ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Katakanlah (Muhammad), “Benarlah (segala yang difirmankan) Allah.” Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia tidaklah termasuk orang musyrik.” (QS.Ali ‘Imran:95)

Kali ini kita ingin merenungkan penggalan awal dari ayat ini yaitu :

Katakanlah (Muhammad), “Benarlah (segala yang difirmankan) Allah.”

Kalimat semacam ini biasanya kita ucapkan setelah selesai membaca Al-Qur’an.

صَدَقَ اللَّهُ الْعلِيُّ الْعَظِيم

“Maha Benar Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

Namun sayang kalimat ini hanya terucap sebagai penutup bacaan Al-Qur’an kita, padahal maknanya begitu dalam dan mampu merubah hidup seseorang.

Apabila kalimat ini kita resapi, kita renungkan dan kita hayati maknanya, maka segala bentuk kesedihan, kekhawatiran dan kegelisahan akan lari dari kehidupan kita.

Karena ayat ini ingin menjelaskan kepada kita bahwa semua yang dijanjikan, ditentukan dan difirmankan oleh Allah pasti akan tepat dan tidak akan meleset. Maha Benar Allah atas segala ketentuan dan firman-Nya.

Apabila ayat ini selalu mengiringi hari-hari kita maka kita akan selalu yakin bahwa rizkiku dijamin oleh Allah seperti yang dijanjikan oleh Al-Qur’an.

Pertolongan Allah pasti akan datang.

Setiap aku berinfak pasti akan diganti dengan berkali-kali lipat.

Setiap aku bersyukur pasti Allah akan menambah nikmat-Nya kepadaku.

Setiap aku melakukan amal baik, maka Allah akan memberikan kehidupan yang baik untukku.

Setiap aku menghadapi kesulitan pasti akan ada jalan kemudahan.

Setiap masalah pasti ada jalan keluar.

Bila makna صَدَقَ اللَّه tertanam dalam hati kita maka kita akan meyakini semua kalimat diatas.

Al-Qur’an pernah memberi contoh dalam perang Ahzab bagaimana ketika para sahabat yang berjuang bersama Rasulullah saw melihat jumlah musuh yang begitu banyak dan persenjataan yang lengkap. Namun hal itu tidak membuat mereka takut, malah membuat mereka semakin beriman karena mereka meyakini janji Allah pasti benar.

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا

“Dan ketika orang-orang mukmin melihat golongan-golongan (yang bersekutu) itu, mereka berkata, “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu menambah keimanan dan keislaman mereka. (QS.Al-Ahzab:22)

Maka hiasi hari kita dengan keyakinan bahwa janji dan ketentuan Allah pasti tepat dan tidak pernah meleset. Lalu hadapi hari dengan rasa optimis dan tawakal.

Karena salah satu perbedaan seorang mukmin dan munafik adalah kelompok mukmim meyakini janji Allah dan kelompok munafik menganggap janji Allah hanyalah omong kosong belaka.

وَإِذْ يَقُولُ الْمُنَافِقُونَ وَالَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلَّا غُرُورًا

Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit berkata, “Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami hanya tipu daya belaka.” (QS.Al-Ahzab:12)

Semoga bermanfaat..

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 212 pelanggan lain