Rahmat Adalah Sarana Untuk Berbuat Baik

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Rahmat Adalah Sarana Untuk Berbuat Baik

khazanahalquran.com – Kehidupan selalu diliputi oleh Rahmat. Segala sesuatu di alam ini berdiri, bertahan dan bergerak karena Rahmat Allah swt.

Allah swt berfirman :

وَرَحۡمَتِي وَسِعَتۡ كُلَّ شَيۡءٖۚ

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS.Al-A’raf:156)

Dalam ayat lain Allah swt berfirman :

إِنَّ ٱللَّهَ بِٱلنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ

‘”Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.” (QS.Al-Baqarah:143)

Bukankah Allah swt juga berfirman :

قُل لِّمَن مَّا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ قُل لِّلَّهِۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفۡسِهِ ٱلرَّحۡمَةَۚ

Katakanlah (Muhammad), “Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?” Katakanlah, “Milik Allah.” Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. (QS.Al-An’am:12)

Artinya Allah swt memperlakukan seluruh makhluknya dengan Rahmat. Karena kehidupan tanpa rahmat adalah neraka.

Coba bayangkan bila kita hidup di dunia ini tanpa rahmat dan kasih sayang. Seorang anak bisa hidup dan tumbuh berkat kasih sayang ibunya, sebuah keluarga bisa bertahan berkat kerja keras dan kasih sayang seorang ayah.

Ini hanyalah contoh kecil yang bisa membuka gambaran bahwa kehidupan yang penuh dengan kebencian dan permusuhan bagaikan neraka sebelum neraka.

Karena itu Al-Qur’an selalu mengajak kita untuk memiliki sifat Rahmat. Al-Qur’an selalu mengenalkan Allah sebagai Yang Maha Rahmat, Al-Qur’an yang diturunkan adalah Kitab Rahmat, Nabi yang diutus juga membawa Rahmat, bahkan pengikut Nabi yang setia adalah yang memiliki sifat saling menyayangi antar mereka.

Karena itu kemudian Islam meminta agar seorang mukmin membangun hubungan antar sesama hamba Allah dengan hubungan yang saling merahmati dan mengasihi.

Keinginan kita untuk berbuat baik muncul dari adanya sifat rahmat dalam hati. Keinginan untuk berbagi dan membantu orang lain bersumber dari hati yang dipenuhi kasih sayang kepada sesama hamba Allah.

Maka tak heran bila kita mendengar bahwa orang yang disebut “Mendustakan Agama” oleh Al-Qur’an adalah mereka yang tak memiliki belas kasih, khususnya terhadap anak yatim dan orang miskin.

أَرَءَيۡتَ ٱلَّذِي يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ – فَذَٰلِكَ ٱلَّذِي يَدُعُّ ٱلۡيَتِيمَ – وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِينِ

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.” (QS.Al-Ma’un:1-3)

Sifat Rahmat dan Kasih Sayang ini pertama dimulai dari keluarga.

وَمِنۡ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٰجٗا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَكُم مَّوَدَّةٗ وَرَحۡمَةًۚ

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang.” (QS.Ar-Rum:21)

Dimulai dari saling mengasihi antara pasangan suami istri. Begitupula Al-Qur’an menuntut seorang anak untuk mencurahkan kasih sayang untuk orang tuanya.

وَٱخۡفِضۡ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحۡمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرۡحَمۡهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرٗا

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (QS.Al-Isra’:24)

Orang yang memiliki banyak rahmat di hatinya pasti akan lebih banyak berbagi dan melakukan kebaikan, karena Rahmat adalah sarana untuk kita mencurahkan kebaikan untuk orang lain.

Rahmat Allah tidak pernah putus kepada hamba-Nya dan kita selalu memohon agar dengan rahmat itu kita selalu berbelas kasih kepada sesama. Karena apabila Rahmat ini selalu menyertai kita maka tidak ada sesuatu yang keluar dari diri kita kecuali yang terbaik.

Bukankah Allah swt menyifati Nabi-Nya dalam firman-Nya :

فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ

“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka.” (QS.Ali ‘Imran:159)

Semua perilaku kasar dari musuh Rasulullah saw berbalas kelembutan dan kasih sayang karena hati Rasul dipenuhi dengan rahmat.

Mari kita selalu mencari Rahmat Allah dengan cara berbelas kasih kepada sesama hamba-Nya. Karena dengan itu maka Allah akan lebih banyak mencurahkan Rahmat-Nya untuk kita.

Semoga bermanfaat.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 206 pelanggan lain