Satu Bulan Bersama Al-Qur’an (Hari – 1)

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Satu Bulan Bersama Al-Qur’an (Hari – 1)

khazanahalquran.com – Telah datang musim semi Al-Qur’an. Bulan termulia, malam termulia, momen-momen termulia yang menjadikan setiap pahala amalan menjadi berkali-kali lipat. Bahkan nafas-nafas kita akan terhitung sebagai tasbih dan tidurnya pun di hitung sebagai ibadah.

Kesempatan emas ini telah tiba dan tiada yang tau apakah kita masih berkesempatan meraih kesempatan ini di tahun-tahun berikutnya. Atas dasar inilah Khazanah Al-Qur’an pada bulan ini akan memberikan renungan Al-Qur’an setiap harinya dengan judul “Satu Bulan Bersama Al-Qur’an”.

Mari kita perlahan-lahan merenungkan bersama ayat-ayat berikut ini :

Allah swt Berfirman :

فَرِيقٌ فِي ٱلۡجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي ٱلسَّعِيرِ

“Segolongan masuk surga dan segolongan masuk neraka.” (QS.Asy-Syura:7)

إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ لَفِي نَعِيمٖ – وَإِنَّ ٱلۡفُجَّارَ لَفِي جَحِيمٖ

“Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.” (QS.Al-Infithar:13-14)

يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٌ

“Pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram.” (QS.Ali ‘Imran:106)

فَأَمَّا مَن ثَقُلَتۡ مَوَٰزِينُهُۥ – فَهُوَ فِي عِيشَةٖ رَّاضِيَةٖ – وَأَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ – فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٞ – وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا هِيَهۡ – نَارٌ حَامِيَةُۢ

“Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” (QS.Al-Qari’ah:6-11)

وُجُوهٌ يَوۡمَئِذٖ مُّسۡفِرَةٌ – ضَاحِكَةٌ مُّسۡتَبۡشِرَةٌ – وَوُجُوهٌ يَوۡمَئِذٍ عَلَيۡهَا غَبَرَةٌ – تَرۡهَقُهَا قَتَرَةٌ

“Pada hari itu ada wajah-wajah yang berseri-seri, tertawa dan gembira ria, dan pada hari itu ada (pula) wajah-wajah yang tertutup debu (suram), tertutup oleh kegelapan (ditimpa kehinaan dan kesusahan).” (QS.’Abasa:38-41)

Setelah membaca dan merenungkan ayat-ayat di atas, bagaimana perasaan kita? Apakah ada rasa takut dalam hati kita? Apakah ada kekhawatiran dan kegelisahan di dalamnya?

Tentu bila masih ada keimanan dalam hati kita, pasti akan muncul perasaan gelisah dan takut ketika membaca ayat-ayat ini. Bagaimana tidak, jujur saja kita tidak tau dimana posisi kita di antara dua golongan ini.

Apakah di hari kiamat wajah kita akan memutih atau menghitam?

Apakah kita termasuk dalam golongan wajah-wajah yang gembira atau dalam golongan wajah yang penuh ketakutan dan kecemasan?

Apakah timbangan amal kita akan memberi harapan dengan beratnya amal kebaikan, atau timbangan itu ringan dan tak bernilai apa-apa?

Apakah kita akan di panggil bersama Al-Abror (orang-orang baik) atau kita di sisihkan bersama Al-Fujjar (orang-orang yang berbuat keji dan jahat)?

Apakah kita akan menjadi Ahli Surga atau kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang di hempaskan ke dalam api neraka?

Pernahkah kita menyisihkan waktu barang sejenak untuk merenungkan nasib kita di akhirat?

Saudaraku, kesempatan kita masih terbuka lebar untuk menentukan nasib kita di akhirat. Sudah terlalu banyak waktu yang terbuang sia-sia atau malah semakin mendekatkan kita ke neraka. Kita tidak pernah tau kapan jatah waktu kita akan berhenti dan semua kesempatan ini akan berakhir.

Di saat kita belum tau bagaimana nasib kita kelak, maka sudah seharusnya kita menghindari berbagai sifat buruk yang menempel dalam diri kita.

Janganlah kita sombong…

Jangan berbuat dzalim…

Jangan berkhianat…

Jangan menipu…

Jangan menebar fitnah…

Jangan menyakiti hati orang lain…

Hari ini adalah kesempatan untuk menentukan nasib kita di akhirat. Fokus lah untuk mempersiapkan diri menghadapi kehidupan selanjutnya, selagi masih memiliki kesempatan. Jangan sampai niat untuk mempersiapkan diri itu datang ketika kesempatan ini telah berakhir.

Siapkan bekal kita agar kita tergolong bersama mereka yang wajahnya berseri-seri di Hari Pembalasan. Dan sebaik-baik bekal menuju kesana adalah Takwa.

وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ

“Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!” (QS.Al-Baqarah:197)

Semoga bermanfaat….

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 210 pelanggan lain