Satu Bulan Bersama Al-Qur’an (Hari – 4)

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Satu Bulan Bersama Al-Qur’an (Hari – 4)

khazanahalquran.com – Allah swt Berfirman :

وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٌ وَأَبۡقَىٰٓ

“Padahal kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS.Al-A’la:17)

وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ وَيۡلَكُمۡ ثَوَابُ ٱللَّهِ خَيۡرٞ لِّمَنۡ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحٗاۚ وَلَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلصَّٰبِرُونَ

Tetapi orang-orang yang dianugerahi ilmu berkata, “Celakalah kamu! Ketahuilah, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan (pahala yang besar) itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar.” (QS.Al-Qashash:80)

قُلۡ مَتَٰعُ ٱلدُّنۡيَا قَلِيلٌ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٌ لِّمَنِ ٱتَّقَىٰ وَلَا تُظۡلَمُونَ فَتِيلًا

Katakanlah, “Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa (mendapat pahala turut berperang) dan kamu tidak akan dizhalimi sedikit pun.” (QS.An-Nisa’:77)

وَمَآ أُوتِيتُم مِّن شَيۡءٖ فَمَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَزِينَتُهَاۚ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ

Dan apa saja (kekayaan, jabatan, keturunan) yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kesenangan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Tidakkah kamu mengerti? (QS.Al-Qashash:60)

Ayat-ayat ini ingin mengingatkan kita kembali bahwa ada suatu penyakit yang sangat berbahaya bagi manusia. Penyakit ini menjangkiti hati manusia dan menjadi sebab utama kehancuran hidupnya.

Gejala seseorang yang terjangkiti penyakit ini adalah :

1. Pikirannya tak pernah terlepas dari memikirkan dunia dan hal-hal yang terkait dengannya.

2. Segala cara ia lakukan untuk mendapatkan dunia, tak peduli dengan cara yang halal ataupun yang haram.

3. Tidak berbicara kecuali hal-hal yang berbau duniawi.

4. Menjadikan seluruh waktunya, tujuannya dan semua daya upayanya untuk mengejar dunia.

Ya, penyakit itu di sebut Cinta Dunia. Apabila gejala-gejala ini muncul dalam diri kita maka perlu segera di antisipasi dan di obati ! Karena ketika gejala-gejala ini muncul berarti kita sedang dalam kondisi yang sangat-sangat berbahaya.

Rasulullah saw mengomentari penyakit ini dalam sabdanya :

حُبُّ الدُّنيَا رَأسُ كُلِّ خَطِيئةٍ

“Cinta dunia adalah pangkal semua kesalahan.”

Dalam kondisi yang paling berbahaya ini, maka kita harus segera mengobati diri dengan terapi kesadaran dan merenungkan ayat-ayat di atas. Ayat-ayat ini adalah obat yang paling ampuh untuk mengobati penyakit Cinta Dunia.

Dengan ayat-ayat di atas kita akan menggugah hati bahwa seluruh kenikmatan dunia ini akan sirna. Pasti akan sirna entah kita yang meninggalkannya dengan kematian, atau dunia itu meninggalkan kita dalam kebangkrutan atau ketidak berdayaan. Yang kaya seketika bisa menjadi miskin dan yang sehat seketika bisa menjadi sakit.

Setiap jiwa kita mengajak untuk meraih dunia dengan menghalalkan segala cara, ingatlah bahwa pahala Allah lebih baik dan lebih kekal…

Ingatlah bahwa dunia ini sangat singkat dan sementara, sementara kehidupan akhirat itu kekal selamanya. Jangan pernah kau jual akhiratmu yang mahal dan kekal dengan dunia yang hina dan sementara.

Ingatlah bahwa kematian pasti akan datang kapanpun, terkadang tanpa ada tanda-tanda yang berarti. Sehingga tiada lagi kesempatan untuk mempersiapkan diri, tiba-tiba waktumu berhenti dan engkau hanya mampu menyesali.

Kita di lahirkan di dunia. Kita tidak dilarang untuk menikmati dunia. Tapi kejarlah dunia dengan cara yang indah, cara yang di ridhoi oleh Allah swt. Jadilah orang yang paling kaya, tapi jadikan semua itu hanya perantara untuk mengantarmu menuju kehidupan yang sebenarnya.

Jadikan dunia hanya perantaramu, bukan tujuan hidupmu !

Ayat-ayat ini harus selalu terngiang di benak kita. Bahwa dunia ini sementara dan akhirat itu kekal selamanya. Dunia ini tak berharga dibanding pahala dan janji Allah swt. Karena dengan ayat-ayat ini kita akan mampu meredam keinginan-keinginan kita yang akan menjerumuskan dalam cinta dunia yang menghancurkan.

Semoga bermanfat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Comments 1

  1. Siti Handayatini says:

    Thanks for the beautiful remember!
    Be blessed..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 210 pelanggan lain