Satu Bulan Bersama Al-Qur’an (Hari Ke-11)

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Satu Bulan Bersama Al-Qur’an (Hari Ke-11)

khazanahalquran.com – Kalimat adalah penghubung antara seseorang dengan alam di sekitarnya. Berbicara juga salah satu sifat yang membedakan manusia dari makhluk-makhluk lainnya.

Al-Qur’an berulang kali mengingatkan manusia untuk menjaga “penghubung” ini karena segala sesuatu bisa terjadi hanya karena akibat dari apa yang keluar dari lisan seseorang.

Allah swt berfirman :

وَقُولُواْ لِلنَّاسِ حُسۡنٗا

“Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia.” (QS.Al-Baqarah:83)

وَقُولُواْ لَهُمۡ قَوۡلٗا مَّعۡرُوفٗا

“Dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.” (QS.An-Nisa’:5)

Pada intinya Al-Qur’an selalu mengajak manusia untuk bertutur kata yang baik. Namun kita akan berhenti pada Firman Allah berikut ini :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَقُولُواْ قَوۡلٗا سَدِيدٗا

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS.Al-Ahzab:70)

Ada beberapa poin menarik yang bisa kita ambil dari ayat ini :

(1) Ayat ini dimulai dengan seruan “Wahai orang-orang yang beriman..”, seruan ini menunjukkan bahwa yang akan disampaikan setelahnya adalah sesuatu yang sangat penting dan perlu untuk diperhatikan.

(2) Seruan “Wahai orang-orang yang beriman..” adalah sebuah penegasan bahwa apabila ada ucapan yang bermaksud untuk menyakiti orang lain yang keluar dari lisan seorang yang mengaku mukmin, maka sebenarnya ia tidak layak disebut mukmin yang sebenarnya.

(3) Adanya perintah takwa sebelum perintah untuk berbicara yang benar adalah isyarat bahwa “berucap yang baik dan benar” adalah cabang dari ketakwaaan, sebagaimana hal itu juga cabang dari keimanan. Takwa dan iman akan sangat kurang bila seseorang tidak mampu menjaga lisannya.

Setelah kita memahami tiga poin penting di atas, kita akan melanjutkan untuk menelisik makna dari قَوۡلٗا سَدِيدٗ. Sebenarnya perkataan macam apa yang Al-Qur’an inginkan untuk terucap dari lisan kita?

(القول) artinya adalah perkataan yang muncul dari lisan manusia.

Dan (السديد) adalah perkataan yang memiliki muatan kebaikan, kebenaran dan kejujuran.

Nah yang dimaksud dengan (القول السديد) adalah mencakup semua perkataan yang baik, benar dan memberikan manfaat. Seperti misalnya memulai salam, berucap yang membuat hati orang lain senang dan bahagia dan ucapan-ucapan yang mendamaikan perselisihan di antara manusia. Begitu pula dengan ucapan dzikir, tasbih dan amar ma’ruf nahi munkar.

(القول السديد) adalah perkataan para Nabi, para Auliya’, para Ulama’ dan orang-orang bijak. Membaca Al-Qur’an, meriwayatkan hadist Nabi dan berbagi ilmu pengetahuan juga termasuk dalam ketegori (القول السديد).

Perkataan yang baik akan membawa manusia menuju cinta dan kebenaran sementara perkataan yang buruk akan membimbing manusia menuju kebencian dan kesesatan. Karena kata-kata adalah pintu dari pintu-pintu kebaikan, sebagaimana ia juga bisa menjadi pintu yang membuka semua keburukan.

Bukankah Rasulullah saw pernah bersabda :

وهل يَكُبُّ الناس في النار على وجوههم إلا حصائد ألسنتهم

“Tidakkah wajah-wajah manusia akan ditelungkupkan ke dalam api neraka kecuali karena akibat dari lisan-lisan mereka?”

Kemudian kajian kita akan berlanjut pada pertanyaan selanjutnya, yaitu “Apa hasil yang akan didapatkan apabila kita selalu menjaga lisan dengan perkataan yang baik dan benar?”

Temukan jawabannya dalam kajian Ramadhan esok hari.

Semoga bermanfaat.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 206 pelanggan lain