Satu Bulan Bersama Al-Qur’an (Hari Ke -21)

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Satu Bulan Bersama Al-Qur’an (Hari Ke -21)

khazanahalquran.com – Allah swt Berfirman :

وَمَن يُسۡلِمۡ وَجۡهَهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ وَهُوَ مُحۡسِنٞ فَقَدِ ٱسۡتَمۡسَكَ بِٱلۡعُرۡوَةِ ٱلۡوُثۡقَىٰۗ وَإِلَى ٱللَّهِ عَٰقِبَةُ ٱلۡأُمُورِ

“Dan barangsiapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada (tali) yang kokoh. Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.” (QS.Luqman:22)

Ayat ini ingin menceritakan beberapa sifat yang seharusnya dimiliki oleh seorang mukmin, antara lain :

1. Berserah diri mutlak kepada Allah swt.

وَمَن يُسۡلِمۡ وَجۡهَهُۥٓ إِلَى ٱللَّهِ

“Dan barangsiapa berserah diri kepada Allah.”

Sifat utama yang selayaknya dimiliki oleh seorang mukmin adalah kepasrahan mutlak dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah swt. Dia menerima semua ketentuan Allah dan selalu berbaik sangka kepada-Nya.

Sifat ini adalah pembeda antara mukmin dengan mereka yang tidak beriman. Karena seorang mukmin selalu berserah diri bagaimana pun kondisi yang dia hadapi, di kala susah maupun senang dan dikala lapang ataupun sempit. Semua sikap dan langkahnya di niatkan hanya untuk meraih kerelaan-Nya.

2. Selalu berbuat kebaikan.

Berserah diri kepada Allah adalah awal mula dari sifat ikhlas yang mendorong manusia untuk selalu berbuat kebaikan dimanapun ia berada.

Maka dia akan selalu menebar kebaikan dari setiap perbuatan maupun ucapannya. Jiwa yang selalu berserah kepada Allah akan selalu ingin menebar kebaikan kepada sesama hamba Allah.

Poin penting yang perlu kita renungkan adalah bahwa seorang mukmin yang selalu berserah diri kepada Allah dan selalu menebar kebaikan untuk dirinya dan orang lain, maka ia memiliki kekuatan dan kekokohan hati yang membawanya untuk selalu istiqomah di jalan kebaikan. Dia memiliki senjata yang kuat untuk melawan segala rintangan dan rayuan dunia.

فَقَدِ ٱسۡتَمۡسَكَ بِٱلۡعُرۡوَةِ ٱلۡوُثۡقَىٰۗ

“maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh.”

Apabila dua sifat ini dimiliki seorang mukmin maka ia akan sampai pada derajat orang-orang yang rela kepada Allah dan diridhoi oleh Allah di dunia dan akhirat.

وَإِلَى ٱللَّهِ عَٰقِبَةُ ٱلۡأُمُورِ

“Hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.”

Maka akhir dari kebaikan dan kepasrahan ini adalah surga Allah yang menanti orang-orang mukmin yang sejati. Surga yang menjadi simbol kerelaan Allah swt kepada hamba-Nya.

Semoga bermanfaat.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 207 pelanggan lain