Seri Dua Contoh Yang Berbeda dalam Al-Qur’an (Bag 1)

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Seri Dua Contoh Yang Berbeda dalam Al-Qur’an (Bag 1)

khazanahalquran.com – 1). Pemilik Dua Kebun dan Kawannya.

Dalam Surat Kahfi Allah Swt menceritakan tentang pemilik dua kebun yang congkak dengan kawannya yang mukmin dan miskin. Kisah ini di abadikan dalam 12 ayat, mulai dari ayat 32 hingga 44.

Perbedaan antara pemilik dua kebun yang congkak ini dengan kawannya yang mukmin dan miskin adalah :

a.) Pemilik dua kebun adalah orang kaya yang memiliki kebun anggur dan tumbuhan lainnya. Bahkan ditengah kebun mereka mengalir sungai yang deras.

Ini adalah perumpaan dari hiasan dunia yang membuat pemiliknya menjadi silau dan terbuai olehnya. Lalu pertanyaan selanjutnya adalah :

“Apa yang terjadi kepada pemilik dua kebun setelah memiliki semua ini ?”

1. Dua kebun dengan hasil yang melimpah ini membuat pemiliknya lupa hingga ia menjadi congkak dan keluar kata-kata dari lisannya :

أَنَا۠ أَكۡثَرُ مِنكَ مَالٗا وَأَعَزُّ نَفَرٗا

“Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.” (QS.Al-Kahfi:34)

2. Dia pun akhirnya dikuasai oleh syahwat dunia hingga ia berkata :

مَآ أَظُنُّ أَن تَبِيدَ هَٰذِهِۦٓ أَبَدٗا

“Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya.” (QS.Al-Kahfi:35)

3. Kesombongannya semakin melampaui batas hingga akhirnya ia pun mulai mengingkari hari kiamat.

وَمَآ أَظُنُّ ٱلسَّاعَةَ قَآئِمَةٗ

“Dan aku kira hari Kiamat itu tidak akan datang.” (QS.Al-Kahfi:36)

4. Kecongkaannya pun semakin memuncak hingga ia berani berkata :

وَلَئِن رُّدِدتُّ إِلَىٰ رَبِّي لَأَجِدَنَّ خَيۡرٗا مِّنۡهَا مُنقَلَبٗا

“Dan sekiranya aku dikembalikan kepada Tuhanku, pasti aku akan mendapat tempat kembali yang lebih baik dari pada ini.” (QS.Al-Kahfi:36) 

Itulah kesombongan dan kecongkaan yang dimiliki oleh dua pemilik kebun. Dan begitulah manusia ketika merasa kaya dan hebat seperti yang digambarkan jelas oleh Firman Allah Swt

كَلَّآ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَيَطۡغَىٰٓ – أَن رَّءَاهُ ٱسۡتَغۡنَىٰٓ

“Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas, apabila melihat dirinya serba cukup.” (QS.Al-‘Alaq:6-7)

Pemilik dua kebun ini di butakan oleh kenikmatan-kenikmatan yang ia miliki. Ia tenggelam dalam kekayaan sehingga lupa daratan. Ia sombong, dzalim dan mulai tidak percaya dengan adanya hari pembalasan.

b.) Sementara kawannya adalah seorang mukmin yang tidak memiliki kekayaan seperti pemilik dua kebun tersebut. Harta termahal yang ia miliki adalah keimanan yang kuat dalam hatinya. Sehingga ia berkata kepada pemilik dua kebun itu :

فَعَسَىٰ رَبِّيٓ أَن يُؤۡتِيَنِ خَيۡرٗا مِّن جَنَّتِكَ

“Maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberikan kepadaku (kebun) yang lebih baik dari kebunmu (ini).” (QS.Al-Kahfi:40)

Perbedaan antara dua orang ini, pemilik kebun yang sombong dan seorang mukmin yang miskin adalah :

1). Pemilik kebun tenggelam dalam kenikmatan dunia sehingga ia lupa dan tidak lagi mengingat Allah Swt, Pemberi semua kenikmatan termasuk dua kebunnya.

Sementara kawannya yang miskin memiliki keimanan kepada Allah dan hari akhir. Dia memiliki keyakinan yang mutlak bahwa Allah dengan mudah akan merubah kondisi hamba-Nya.

فَعَسَىٰ رَبِّيٓ أَن يُؤۡتِيَنِ خَيۡرٗا مِّن جَنَّتِكَ وَيُرۡسِلَ عَلَيۡهَا حُسۡبَانٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فَتُصۡبِحَ صَعِيدٗا زَلَقًا

Maka mudah-mudahan Tuhanku, akan memberikan kepadaku (kebun) yang lebih baik dari kebunmu (ini); dan Dia mengirimkan petir dari langit ke kebunmu, sehingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin. (QS.Al-Kahfi:40)

2. Pemilik dua kebun mengingkari hari kebangkitan sementara kawannya yakin pasti akan datang.

3. Pemilik dua kebun menganggap seluruh kekayaannya akan kekal.

مَآ أَظُنُّ أَن تَبِيدَ هَٰذِهِۦٓ أَبَدٗا

“Aku kira kebun ini tidak akan binasa selama-lamanya.” (QS.Al-Kahfi:35)

4. Sementara kawannya yang miskin yakin bahwa seluruh kenikmatan duniawi pasti akan habis.

وَيُرۡسِلَ عَلَيۡهَا حُسۡبَانٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ فَتُصۡبِحَ صَعِيدٗا زَلَقًا

“Dan Dia mengirimkan petir dari langit ke kebunmu, sehingga (kebun itu) menjadi tanah yang licin.”

5. Bagi pemilik dua kebun yang congkak itu, kemuliaan ada pada harta, jabatan, anak dan pengikut.

أَنَا۠ أَكۡثَرُ مِنكَ مَالٗا وَأَعَزُّ نَفَرٗا

“Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.” (QS.Al-Kahfi:34)

Sementara kawannya yang miskin tidak pernah menganggap semua itu adalah tolok ukur kemuliaan manusia. Dia tidak pernah merasa bahwa kekayaan adalah jaminan kebahagiaan dan keselamatan di masa depannya. Dia yakin bahwa kepasrahan kepada Allah adalah sumber kekuatan dan sumber kebahagiaan.

Nah, pelajaran yang dapat kita ambil dari dua kisah ini adalah :

Pemilik dua kebun adalah contoh orang yang dilupakan oleh kekayaan sehingga dia lupa kepada Pemilik kekuatan yang sebenarnya yaitu Allah Swt yang mengatur segalanya di alam wujud ini. Ia menganggap kekayaannya akan kekal dan tidak ada kekuatan yang mampu mengalahkannya.

Sementara kawannya adalah gambaran indah tentang seorang mukmin yang  bangga dengan imannya, ia selalu pasrah dan bergantung total dengan Allah Swt. Ia selalu bersyukur dan yakin bahwa tiada kekuatan yang mampu memberinya sesuatu selain kekuatan Allah Swt.

Dan pada akhir cerita Allah Swt menghancurkan dua kebun yang dimiliki oleh orang congkak tersebut. Sebagai pelajaran bahwa dunia ini hanya sementara dan jangan menghina dan merendahkan orang miskin.

Semoga bermanfaat.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 208 pelanggan lain