Seri Dua Contoh Yang Berbeda dalam Al-Qur’an (Bag. Akhir)

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Seri Dua Contoh Yang Berbeda dalam Al-Qur’an (Bag. Akhir)

khazanahalquran.com – Allah Swt berfirman :

أَفَمَن وَعَدۡنَٰهُ وَعۡدًا حَسَنٗا فَهُوَ لَٰقِيهِ كَمَن مَّتَّعۡنَٰهُ مَتَٰعَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا ثُمَّ هُوَ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ مِنَ ٱلۡمُحۡضَرِينَ

“Maka apakah sama orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu dia memperolehnya, dengan orang yang Kami berikan kepadanya kesenangan hidup duniawi; kemudian pada hari Kiamat dia termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?” (QS.Al-Qashash:61)

Melanjutkan bagian-bagian sebelumnya, kali ini Al-Qur’an memberikan kepada kita gambaran yang detail tentang dua macam tipe manusia di dunia ini.

1. Contoh pertama adalah mereka yang beramal sholeh, sehingga Allah janjikan kepada mereka Kerelaan dan Surga-Nya. Maka ketika sampai di hari kiamat, beginilah kondisi mereka :

وَتَتَلَقَّىٰهُمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ هَٰذَا يَوۡمُكُمُ ٱلَّذِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ

“Dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), “Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.” (QS.Al-Anbiya’:103)

نَحۡنُ أَوۡلِيَآؤُكُمۡ فِي ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِۖ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَشۡتَهِيٓ أَنفُسُكُمۡ وَلَكُمۡ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ – نُزُلٗا مِّنۡ غَفُورٖ رَّحِيمٖ

“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta. Sebagai penghormatan (bagimu) dari (Allah) Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS.Fushilat:31-32)

Saat itulah Allah memberikan janjinya kepada orang-orang yang beriman dan tiada satu pun janji Allah yang tidak terpenuhi.

2. Contoh kedua adalah mereka yang tidak ada pikirannya kecuali keinginan duniawi.

كَمَن مَّتَّعۡنَٰهُ مَتَٰعَ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا

“dengan orang yang Kami berikan kepadanya kesenangan hidup duniawi.”

Dia tidak mendapatkan apa-apa di dunia ini kecuali harta, kenikmatan dan kelezatan duniawi. Dia tidak punya waktu untuk memikirkan bekal amal sholeh untuk kehidupan akhiratnya nanti.

ثُمَّ هُوَ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ مِنَ ٱلۡمُحۡضَرِينَ

“Kemudian pada hari Kiamat dia termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?” (QS.Al-Qashash:61)

Di hari itu mereka akan di cegat di tengah perjalanan karena mereka akan di tanya tentang apa yang mereka lakukan di dunia.

وَقِفُوهُمۡۖ إِنَّهُم مَّسۡؤولُونَ

“Tahanlah mereka (di tempat perhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya.” (QS.Ash-Shaffat:24)

Mereka akan ditanya tentang segala sesuatu sementara di tangan mereka tidak membawa bekal apapun !

Al-Qur’an dalam ayat di atas menggunakan metode “pertanyaan” untuk penenakanan bahwa kedua tipe ini benar-benar jauh berbeda. Tentunya Al-Qur’am tidak benar-benar sedang bertanya. Karena mana mungkin bisa disamakan antara mereka yang tenggelam dalam kelalaian dunia dengan mereka yang bertakwa kepada Allah Swt ?

Dan metode ini banyak digunakan dalam Al-Qur’an, seringkali Allah ingin memberikan perbandingan antara yang baik dengan yang buruk dengan cara memberi pertanyaan “apakah sama ?”

أَفَمَن كَانَ مُؤۡمِنٗا كَمَن كَانَ فَاسِقٗاۚ لَّا يَسۡتَوُۥنَ

“Maka apakah orang yang beriman sama seperti orang yang fasik (kafir)? (Sungguh) Mereka tidak sama.” (QS.As-Sajdah:18)

Semoga Allah memggabungkan kita bersama mereka yang membawa bekal kelak di hari pembalasan.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 208 pelanggan lain