Siapa Orang Dzalim Yang Dilaknat Itu ?

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Siapa Orang Dzalim Yang Dilaknat Itu ?

khazanahalquran.com – Allah Swt Berfirman :

فَأَذَّنَ مُؤَذِّنُۢ بَيۡنَهُمۡ أَن لَّعۡنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ

Kemudian penyeru (malaikat) mengumumkan di antara mereka, “Laknat Allah bagi orang-orang zhalim.” (QS.Al-A’raf:44)

Melanjutkan kajian yang kemarin, siapakah yang dimaksud orang-orang dzalim yang mendapat laknat Allah dalam Surat Al-A’raf ini ?

ٱلَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبۡغُونَهَا عِوَجٗا وَهُم بِٱلۡأٓخِرَةِ كَٰفِرُونَ

“(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah dan ingin membelokkannya. Mereka itulah yang mengingkari kehidupan akhirat.” (QS.Al-A’raf:45)

Ayat ini menyempurnakan ayat yang sebelumnya. Ketika kita bertanya siapakah orang-orang dzalim yang mendapat laknat Allah dalam ayat ini ?

Ayat selanjutnya memberi penjelasan bahwa yang dimaksud dzalim dalam ayat ini bukan kedzaliman seperti merampas hak orang lain, tapi yang di maksud adalah kedzaliman yang merampas hak Allah Swt.

Apa yang dimaksud merampas hak Allah ?

Salah satu hak Allah yang terbesar adalah hak untuk disembah. Ketika seseorang menghalangi hamba lainnya untuk menyembah Allah maka selain dia dzalim kepada hamba tersebut, dia juga sedang mengganggu hak Allah Swt.

Karenanya ayat ini menyebutkan tiga sifat bagi orang-orang dzalim yang dimaksud, yaitu :

1. “(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (orang lain) dari jalan Allah…”

Yakni menghalangi manusia untuk mengikuti kebenaran bagaimanapun caranya.

2. “..dan ingin membelokkannya…”

Mereka paling tidak suka melihat orang Istiqomah di jalan yang lurus, ia selalu berusaha untuk membelokkannya dengan pengkhianatan, dusta dan kemunafikan.

3. “Mereka itulah yang mengingkari kehidupan akhirat.”

Semua itu mereka lakukan karena mereka tidak percaya akan adanya hari kebangkitan. Mereka tidak percaya akan adanya surga dan neraka. Karenanya mereka tidak takut untuk berbuat dzalim dan sewenang-wenang.

Setelah semua ini, apa pelajaran yang bisa kita ambil dari percakapan antara penghuni surga dan neraka ini?

Perhatikanlah tempat kita kembali nanti !

Akankah kita tergabung bersama orang-orang dzalim yang mendapat laknat Allah ? Atau kita termasuk orang-orang yang menghalangi manusia dari mengikuti kebenaran ? Atau kita termasuk orang-orang munafik yang beramal hanya untuk di lihat oleh manusia ?

Saudaraku, para penghuni surga adalah mereka yang menjalankan akhlak penghuni surga sejak di dunia. Maka apabila akhlak dan perilaku kita sehari-hari masih menyakiti orang lain, merampas hak orang lain dan menjalani keburukan-keburukan lainnya maka kita harus berhati-hati, karena penghuni surga tidaklah semacam itu.

Mari kita perbaiki diri dan bersikaplah seperti sikap penghuni surga yang selalu memberi rahmat, kasih sayang dan tegas untuk mengatakan “Tidak” pada kebatilan.

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 209 pelanggan lain