Syahwat Adalah Tangga Menuju Surga

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Syahwat Adalah Tangga Menuju Surga

khazanahalquran.com – Allah swt berfirman :

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ ٱلشَّهَوَٰتِ مِنَ ٱلنِّسَآءِ وَٱلۡبَنِينَ وَٱلۡقَنَٰطِيرِ ٱلۡمُقَنطَرَةِ مِنَ ٱلذَّهَبِ وَٱلۡفِضَّةِ وَٱلۡخَيۡلِ ٱلۡمُسَوَّمَةِ وَٱلۡأَنۡعَٰمِ وَٱلۡحَرۡثِۗ ذَٰلِكَ مَتَٰعُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَاۖ وَٱللَّهُ عِندَهُۥ حُسۡنُ ٱلۡمَـَٔابِ

Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik. (QS.Ali ‘Imran:14)

Syahwat adalah salah satu unsur penting yang ditanamkan dalam diri manusia. Berbicara tentang syahwat, sebagian orang meyakini bahwa syahwat adalah sebab utama dari segala kerusakan di alam ini. Sementara Islam memiliki pandangan yang berbanding terbalik. Bahkan dalam pandangan Islam tanpa syahwat manusia tidak akan bisa masuk surga ! Dengan kata lain, syahwat adalah tangga menuju surga.

Syahwat bukanlah sebab kerusakan Alam, namun kesalahan dalam menggunakannya yang menyebabkan alam ini rusak. Karena syahwat bisa menjadi tangga yang mengantarmu ke surga atau mejadi papan seluncur yang melemparkanmu ke neraka.

Tentunya Allah swt tidak akan menanamkan sesuatu yang buruk dalam diri manusia. Manusia sangat membutuhkan syahwat untuk bertahan hidup, karenanya Allah menyematkan syahwat dalam diri kita disertai dengan aturan dan tata cara dalam menggunakannya.

Bayangkan adakah jalan lain yang bisa mengantarkan kita kepada Allah kecuali melalui tangga syahwat?

Syahwat menjadikan manusia memiliki keinginan, harapan, ambisi dan cita-cita. Tanpa syahwat manusia tidak akan tertarik untuk mencari harta, padahal harta adalah wasilah yang sangat penting untuk meraih keridhoan Allah swt.

Syahwat yang terjaga dengan aturan-aturan Allah akan memberikan dua hal. Misalkan dalam contoh mencari rezeki. Kecintaan kita pada harta akan membuat kita berusaha meraihnya dan ketika kita mendapat harta tersebut maka ada rasa syukur dalam hati kita yang akan menuntun kita untuk mengeluarkan harta itu di jalan Allah swt. Untuk memberi nafkah keluarga, membantu orang yang membutuhkan dan lain sebagainya.

Dalam kondisi lain, terkadang manusia dihadapkan pada kondisi yang sangat membutuhkan namun dihadapannya ada harta yang haram atau syubhat. Syahwat kita adalah menyukai harta, tapi karena ada aturan Allah swt kita lebih memilih bersabar.

Dalam hal ini syahwat memberi kita dua hal. Bila dilakukan dalam hal yang benar maka ia akan mengantarmu untuk bersyukur dan apabila dijauhi demi meraih Ridho Allah maka ia akan mengantarmu untuk bersabar.

Keinginan menikah, memiliki anak, bekerja mencari nafkah yang halal itu semua bermula dari syahwat yang tertanam dalam diri kita. Tanpa syahwat manusia tidak akan memiliki kekuatan untuk bergerak dan bertahan hidup. Tinggal pilihan ditangan kita, ingin mengendalikan syahwat atau dikendalikan oleh syahwat. Karena Allah swt tidak pernah melarang kita untuk menikmati kenikmatan dunia.

وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَىٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأٓخِرَةَۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَاۖ وَأَحۡسِن كَمَآ أَحۡسَنَ ٱللَّهُ إِلَيۡكَۖ وَلَا تَبۡغِ ٱلۡفَسَادَ فِي ٱلۡأَرۡضِۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُفۡسِدِينَ

“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuatbaiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.” (QS.Al-Qashash:77)

Karenanya, apabila manusia mampu mengendalikan syahwatnya dengan takwa maka ketika ajalnya tiba, ia akan merasakan kebahagiaan yang tak terbayangkan.

Semoga bermanfaat.

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 210 pelanggan lain