Tanggung Jawab Ada Ditangan Pemimpin !

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tanggung Jawab Ada Ditangan Pemimpin !

khazanahalquran.com – Dalam hadist yang sangat populer Rasulullah saw bersabda :

كُلُّكُم رَاعٍ وَكُلُّ رَاعٍ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin. Dan setiap pemimpin bertanggung jawab atas semua yang dipimpinnya.”

Pemimpin dalam hal ini memiliki makna yang luas. Dalam hadist diatas Rasulullah saw melanjutkan bahwa seorang kepala negara adalah bertanggung jawab atas rakyatnya, suami bertanggung jawab atas keluarganya, ibu bertanggung jawab atas keperluan rumah tangga dan anak-anaknya dan setiap orang adalah pemimpin dalam bagiannya masing-masing.

Pemimpin adalah yang paling bertanggung jawab atas apapun yang terjadi atas sesuatu yang dipimpinnya. Setiap ada kejanggalan, pelanggaran atau kerusakan maka yang pertama kali dimintai pertanggung jawaban adalah pemimpinnya.

Al-Qur’an memberikan isyarat ketika menceritakan Nabi Yusuf as. Kala itu sang raja ingin bertemu dengan Nabi Yusuf as untuk menanyakan tentang takbir mimpinya. Ia memerintahkan ajudannya untuk membebaskan Yusuf dari penjara dan membawanya kehadapan sang raja.

Namun ketika utusan raja menjemput Nabi Yusuf as, beliau berkata kepada mereka seperti yang diceritakan dalam Al-Qur’an.

قَالَ ٱرۡجِعۡ إِلَىٰ رَبِّكَ فَسۡـَٔلۡهُ مَا بَالُ ٱلنِّسۡوَةِ ٱلَّٰتِي قَطَّعۡنَ أَيۡدِيَهُنَّۚ إِنَّ رَبِّي بِكَيۡدِهِنَّ عَلِيمٞ

(Yusuf) berkata, “Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakan kepadanya bagaimana halnya perempuan-perempuan yang telah melukai tangannya. Sungguh, Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka.” (QS.Yusuf:50)

Sebelum keluar dari penjara Nabi Yusuf as meminta raja untuk mengkonfirmasi fitnah-fitnah yang menimpa dirinya. Namun yang menjadi fokus kita kali ini, Nabi Yusuf as tidak meminta utusan-utusan itu untuk bertanya langsung kepada para wanita-wanita tersebut. Namun beliau meminta pemimpin mereka yang meluruskan masalah ini. Karena semua kedzaliman dan kerusakan ini menjadi tanggung jawab pemimpin saat itu.

Ketika Nabi Musa as harus pergi untuk menerima wahyu, beliau mewakilkan kepemimpinan kepada Nabi Harun as. Namun ketika terjadi penyimpangan pada umat ini, Nabi Musa tidak langsung marah kepada umat. Pertama kali beliau meminta pertanggung jawaban kepada Harun as.

قَالَ يَٰهَٰرُونُ مَا مَنَعَكَ إِذۡ رَأَيۡتَهُمۡ ضَلُّوٓاْ

Dia (Musa) berkata, “Wahai Harun! Apa yang menghalangimu ketika engkau melihat mereka telah sesat.” (QS.Tha-Ha:92)

Begitulah peran seorang pemimpin. Segala yang terjadi dibawah kepemimpinannya akan menjadi tanggung jawabnya.

Bagi kita yang menjadi pemimpin bagi rumah tangga, masyarakat ataupun sebuah wilayah hendaknya memperhatikan dan menjaga dengan baik apa yang sedang kita pimpin. Karena semua kesalahan akan dipertanggung jawabkan oleh pemimpinnya.

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 210 pelanggan lain