Wahai Dunia Inilah Sayyidil Wujud Muhammad ! (Bag 4)

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Wahai Dunia Inilah Sayyidil Wujud Muhammad ! (Bag 4)

khazanahalquran.com – (4) Sisi kemanusiaan beliau ketika menghadapi orang yang berdosa dan bersalah.

Sering orang memuji dan bersikap ramah terhadap orang yang berbuat kebaikan tapi ia bersikap keras terhadap orang yang berbuat salah. Tapi Nabi Muhammad Saw tidak pernah bersikap yang tidak indah bahkan kepada orang yang bersalah.

Ingatkah kita ketika seorang pemuda datang dan meminta izin untuk melakukan perbuatan zina. Semua sahabat yang mendengarnya pun marah karena pemuda ini sangat tidak sopan dihadapan Rasulullah Saw.

Tiba-tiba Rasulullah Saw berkata, “Biarkan antara aku dan dia.”

Kemudian dengan kata-kata yang sangat lembut dan teguran yang penuh kasih sayang, beliau menasehati pemuda tersebut. Tak lama kemudian pemuda itu pulang dan ia pun benci terhadap perbuatan zina tersebut.

Ingatkah kita ketika seseorang dari dusun yang tidak mengenal adab di dalam masjid tiba-tiba kencing di dalam masjid. Orang-orang disana dibuat marah dengan sikapnya, namun Rasulullah Saw hanya berkata, “Biarkan dia dan siramlah masjid ini agar kembali bersih.”

Lelaki dusun itu terharu karena Rasulullah Saw tidak marah seperti yang lain. Lalu dengan kepolosannya ia berdoa, “Ya Allah berilah kasih sayang untukku dan Muhammad dan jangan beri yang lain.”

Rasulullah Saw berkata, “Jangan engkau berdoa seperti itu. Mintalah untukku, untukmu dan untuk seluruh manusia.”

Ingatkah kita dengan seorang pemuda bersama Salamah. Ketika Fathu Mekah Rasul Saw memerintahkan Bilal untuk mengumandangkan adzan. Tiba-tiba Salamah yang masih muda ini mengejek suara Bilal yang sedang adzan.

Tak lama kemudian Rasul Saw memanggil Salamah. Ia pun ketakutan karena ia yakin Rasul Saw pasti akan memarahinya. Tapi tak disangka, ketika ia datang Rasulullah Saw menyambutnya dengan hangat lalu beliau berkata :

“Aku dengan suaramu sangatlah indah wahai Salamah.”

Dengan penuh rasa malu Salamah menjawab, “Iya wahai Rasulullah.”

Dengan lembut Rasul Saw berkata, “Maukah engkau aku ajarkan adzan ?”

Salamah terkejut dan berkata, “Benarkah engkau akan mengajarkanku adzan wahai Rasulullah ?”

Beliau menjawab, “Iya.”

Dan akhirnya Salamah menjadi Muadzin di Mekah setelah Rasulullah Saw bersama Bilal dan para sahabatnya kembali ke Madinah.

(5). Sisi kemanusiaan beliau ketika menghadapi tawanan.

Rasulullah Saw tetap memberikan makanan, minuman dan tempat tinggal yang layak kepada tawanan yang sebelumnya memusuhi beliau. Bahkan tak sedikit dari tawanan tersebut yang masuk Islam karena perlakuan baik Rasulullah Saw kepada mereka.

Ingatkah kita dengan kisah Saffanah putri Hatim ketika ia di tawan. Ia menghadap kepada Rasulullah saw dan berkata, “Wahai Muhammad, aku adalah Saffanah putri Hatim. Ayahku adalah seorang yang biasa membantu dan menolong orang-orang yang membutuhkan.”

Rasulullah Saw menjawab, “Aku bebaskan engkau karena ayahmu.”

“Apakah hanya aku?” tanya Saffanah.

“Engkau dan orang-orang yang kau pilih dari kabilahmu.” jawab Rasulullah Saw.

Ingatkah kita ketika orang-orang yang selama bertahun-tahun memusuhi Rasulullah Saw merasa ketakukan disaat Fathu Mekah. Tak disangka, Rasulullah Saw berkata kepada mereka :

“Pergilah, aku telah bebaskan kalian dan aku telah memaafkan kalian.”

Dan banyak sekali kisah-kisah beliau dalam menghadapi tawanan. Walau mereka adalah orang-orang yang memerangi Rasulullah Saw tapi jiwa kemanusiaan beliau mengalahkan semua itu.

(6). Sisi kemanusiaan beliau terhadap wanita.

Adat Jahiliyah sangat merendahkan dan melecehkan wanita, bahkan bayi perempuan dikubur hidup-hidup. Kemudian Rasulullah Saw datang dan mendobrak semua adat busuk itu.

Beliau bersabda :

مَا أَكرَمَ النِّسَاء إِلَّا كَرِيم وَمَا أَهَانَهُنَّ إِلَّا لَئِيم

“Tidaklah seorang memuliakan wanita kecuali ia adalah orang mulia. Dan tidaklah ia menghinakan wanita kecuali dia adalah orang yang hina.”

Dan begitu pula dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang menyamakan posisi wanita dan lelaki di hadapan Allah Swt seperti dalam ibadah dan selainnya.

Inilah sekilas gambaran indahnya kemanusiaan yang ditampilkan oleh Sayyidul Wujud Muhammad Saw. Dunia belum mengenal hak-hak manusia tapi Rasulullah Saw telah memperkenalkannya dengan keindahan Islam.

Mari kita petik pelajaran dari Rasulullah Saw tentang bagaimana cara memanusiakan manusia dan menghormati sesama. Tentang bagaimana menjaga kedamaian dan mensejahterakan sesama. Dan tentang bagaimana membela orang-orang tertindas dan melawan kaum yang semena-mena.

Semoga bermanfaat…

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 208 pelanggan lain