Waktu Adalah Modal Termahal

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Waktu Adalah Modal Termahal

khazanahalquran.com – Dalam dunia materialistis kita sering mendengar istilah-istilah sepeti :

TIME IS MONEY (Waktu adalah uang).

Semua orang memahami bahwa tiada modal yang lebih berharga dari waktu. Waktu bergerak bagai pedang, bila kita tidak memanfaatkannya maka waktu akan melibas kita.

Bagi seorang mukmin, waktu tidak hanya seharga harta. Namun waktu adalah mas kawin menuju surga. Karenanya bagi seorang mukmin tiada waktu yang sia-sia. Setiap detik adalah kesempatan untuk meraih keuntungan dan kesuksesan menuju surga.

Bagi seorang mukmin, surga bagaikan lahan kosong, dunia adalah tempat untuk membangunnya sementara waktu adalah modal utamanya.

Luas surga kita tergantung pada seberapa besar kita memanfaatkan modal waktu di dunia. Ibadah dan amal sholeh adalah bahan bangunannya.

Memang semua amal kita itu tiada artinya dibanding luasnya Rahmat Allah swt. Namun dunia adalah tempat membangun surga dan Rahmat Allah yang akan melapangkan dan mengabadikannya.

Bukankah kita sering mendengar riwayat yang menyebutkan bahwa dzikir seperti Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah Allahu akbar adalah sebuah benih yang kita tanam di surga. Atau dalam redaksi lain disebutkan bahwa dzikir tersebut adalah bahan bangunan yang kita kirim untuk membangun istana kita di surga.

Apabila kita meyakini semua ini maka kita akan memahami firman Allah yang menceritakan penyesalan mereka yang kurang memanfaatkan modal waktu di dunia.

يَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي قَدَّمۡتُ لِحَيَاتِي

Dia berkata, “Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini.” (QS.Al-Fajr:24)

Karena akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya. Modal termahal yang kita miliki adalah waktu.

Dari sini kita juga dapat memahami firman Allah swt.

فَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرٗا يَرَهُ –
وَمَن يَعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٖ شَرّٗا يَرَهُۥ

Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS Az-Zalzalah:7)

Bila kita nisbatkan dzarrah (sesuatu yang amat kecil) itu sebagai waktu, maka bila kita melakukan kebaikan dalam waktu sesingkat apapun maka pasti kita akan melihat hasilnya dengan sesuatu yang lebih besar.

Waktu adalah modal untuk memberatkan timbangan kita.

فَأَمَّا مَن ثَقُلَتۡ مَوَٰزِينُهُ – فَهُوَ فِي عِيشَةٖ رَّاضِيَةٖ – وَأَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَٰزِينُهُۥ – فَأُمُّهُۥ هَاوِيَةٞ

Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang). Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.” (QS.Al-Qari’ah:6-9)

Surga kita ditentukan dengan seberapa giat kita dalam memanfaatkan waktu. Karena tiada yang akan kita dapat kecuali sesuatu yang telah kita perjuangkan dan kita usahakan.

وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ – وَأَنَّ سَعۡيَهُۥ سَوۡفَ يُرَىٰ

“Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya, dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).” (QS.An-Najm:39)

Karena itu pula ketika Allah ingin menjelaskan siapa manusia yang sukses dan jauh dari kerugian, Allah swt memulainya dengan bersumpah atas waktu.

وَٱلۡعَصۡرِ – إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ – إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ

“Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS:Al-‘Ashr:1-3)

Waktu adalah modal sementar iman dan amal sholeh adalah kendaraannya. Maka manfaatkan semua waktu kita sebaik mungkin agar kita tidak menyesal dan merugi, karena kelak tiada kesempatan lagi untuk kembali.

Semoga bermanfaat..

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on google
Share on telegram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Berlangganan ke Website via Email

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan artikel di website ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 210 pelanggan lain