Kisah Wanita Dusun dan Makanan Rasulullah saw

KHAZANAHALQURAN.COM – Salah satu sisi paling indah dari kehidupan Rasulullah saw adalah kerendahan hati beliau. Walaupun beliau adalah manusia paling mulia, kekasih Allah, dan pemimpin para nabi, namun cara hidup beliau jauh dari kesombongan dan kemewahan.

Rasulullah saw tidak pernah menjadikan kemuliaan sebagai alasan untuk meninggikan diri di hadapan manusia. Beliau duduk bersama orang-orang miskin, makan dengan sederhana, menerima siapa saja yang datang kepadanya, dan memperlakukan setiap orang dengan kasih sayang.

Dari kehidupan beliau, kita belajar bahwa kemuliaan sejati bukan terletak pada pakaian, tempat duduk, makanan, atau kedudukan di hadapan manusia.

Kemuliaan sejati terletak pada penghambaan kepada Allah dan kerendahan hati di hadapan makhluk-Nya.

Salah satu kisah yang menggambarkan betapa tawadhu’nya Rasulullah saw adalah kisah seorang wanita dari dusun yang melihat beliau sedang makan di atas tanah.

Wanita itu heran melihat beliau dan berkata, “Demi Allah wahai Muhammad, engkau makan seperti makannya budak dan duduk seperti mereka.”

Lalu Rasul menjawab, “Ah engkau ini, siapakah yang lebih budak dariku?”

“Kalau begitu, berilah aku sedikit dari makananmu.” kata wanita ini.

Rasul pun memberi sedikit dari makanannya, namun wanita ini menolak dan berkata, “Tidak Demi Allah, berilah aku sedikit makanan yang berada dimulutmu.”

Akhirnya beliau memberinya dan wanita itupun memakannya. Dalam riwayat disebutkan bahwa wanita ini tidak pernah terkena penyakit hingga akhir hayatnya karena pernah memakan makanan yang berasal dari mulut Rasulullah saw.

Sungguh kisah yang begitu menyentuh hati. Bagaimana seorang Baginda Nabi yang penuh dengan kemuliaan di langit dan bumi, ternyata melihat dirinya tak lebih dari seorang budak, “Siapa yang lebih budak dariku?”

Namun disitulah letak kemuliaan yang sebenarnya. Siapakah yang lebih mulia dari budak Sang Pemilik Alam Semesta?

Semoga bermanfaat…

ARTIKEL TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

terpopuler