Khazanahalquran.com – Setiap kenikmatan yang Allah berikan kepada manusia sejatinya adalah amanah.
Harta, kedudukan, makanan, kenyamanan hidup, dan berbagai fasilitas dunia bukanlah sesuatu yang bebas digunakan tanpa aturan. Semua itu kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Namun, tidak sedikit manusia yang justru tertipu oleh kenikmatan dunia. Mereka merasa bebas melakukan apa saja, hidup dalam kemewahan, menuruti hawa nafsu, merampas hak orang lain, dan mendustakan peringatan Allah.
Padahal, kebebasan yang digunakan untuk bermaksiat tidak akan berakhir dengan kebahagiaan, melainkan akan berubah menjadi penyesalan yang sangat berat.
Karena itu, Al-Qur’an sering mengingatkan manusia tentang akibat buruk dari sikap mendustakan kebenaran dan hidup sewenang-wenang.
Bukan untuk membuat manusia berputus asa, tetapi agar hati kembali sadar bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara, sedangkan balasan Allah adalah sesuatu yang pasti.
Salah satu peringatan keras itu Allah sebutkan dalam firman-Nya:
يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ فَمِنْهُمْ شَقِيٌّ وَسَعِيدٌ * فَأَمَّا الَّذِينَ شَقُوا فَفِي النَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ * خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيدُ * وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ
“Dan biarkanlah Aku (saja) bertindak terhadap orang-orang yang mendustakan itu, orang-orang yang mempunyai kemewahan dan beri tangguhlah mereka barang sebentar. Karena sesungguhnya pada sisi Kami ada belenggu-belenggu yang berat dan neraka yang menyala-nyala. Dan makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.” (QS.al-Muzammil:11-13)
Ayat ini sedang memberi ancaman kepada mereka yang mendustakan Allah dan hidup sewenang-wenang di dunia. Disebutkan bahwa mereka akan mendapatkan empat macam siksaan, yaitu :
1. Belenggu-belenggu yang berat.
2. Api yang menyala-nyala.
3. Makanan yang menyumbat di kerongkongan.
4. Azab yang pedih.
Empat macam siksa dalam Ayat ini adalah akibat dari apa yang mereka lakukan di dunia. Uniknya, tahapan-tahapan itu sesuai bentuk perbuatan mereka.
1. Mereka “menikmati” kelezatan dunia dengan kebebasan mutlak. Karena itu mereka dibelenggu.
2. Hidup selalu berfoya-foya. Karena itu mereka dibakar dengan api.
3. Makan seenaknya. Karena itu mereka diberi makanan yang menyumbat kerongkongan.
4. Menggunakan fasilitas kenikmatan tanpa kenal aturan. Karena itu mereka ditimpa azab yang pedih.
Itulah yang akan terjadi bila manusia menggunakan kenikmatan Tuhan dengan dzalim, merampas hak orang dan congkak.
Semoga kita dijauhkan dari Adzab Allah yang pedih.
